Terkini.id, Jakarta – Heboh! Sebuah tulisan di website yang mengulas fatwa soal pemakaian bra atau BH bagi wanita muslim viral di sosial media.
Saking hebonya tulisan ini sampai mengundang banyak perbincangan bagi warganet, ada yang pro dan juga yang kontra. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sampai angkat bicara.
Persoalan ini dikaitkan dengan cara islam untuk mendapatkan jodoh yakni taaruf.
Hukum seorang akhwat taaruf tanpa BH adalah boleh. Syaratnya, dia mengenakan tata busana yang menutupi seluruh tubuh dengan benar, kecuali bagian wajah dan telapak tangan. Akhwat yang berbusana tanpa BH tidak termasuk ke dalam hadis ‘Berpakaian tapi Telanjang’. Dikutip dari TangerangNews, Rabu 6 Oktober 2021.
Nah teman-teman untuk mengetahui lebih lanjut, apa sih taaruf itu ? Kenapa dikaitkan dengan fatwa soal pemakaian bra ? Berikut ulasannya.
Secara umum, arti taaruf adalah sebuah perkenalan atau saling mengenal yang dianjurkan dalam Islam. Meskipun begitu, taaruf biasanya dilakukan dengan maksud atau tujuan tertentu.
Di masyarakat saat ini, taaruf sering kali dikaitkan dengan usaha perkenalan dengan tujuan untuk mendapatkan jodoh atau pasangan. Di mana satu pihak keluarga mendekatkan diri dengan keluarga lain dengan maksud untuk mengenalkan dan mendekatkan dua individu dari masing-masing keluarga. Dua individu yang dimaksud tidak lain adalah wanita dan pria yang bisa menjadi pasangan.

Tahap-tahap dalam Taaruf
Dalam pelaksanaannya, taaruf mempunyai tahapan-tahapan tersendiri. Melansir dari merdeka.com, 4 Februari 2021, kami merangkum tahapan- tahapan taaruf itu sendiri. Beberapa tahapan taaruf ini didasarkan pada tujuan kebaikan yang dapat memudahkan Anda dalam pelaksanaannya. Tahap-tahap taaruf adalah sebagai berikut:
Saat Anda tertarik pada seorang wanita dan ingin melakukan taaruf, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah datang langsung kepada orang tuanya. Hal ini dilakukan untuk menyampaikan niat baik secara langsung kepada orang tua wanita untuk berkenalan lebih jauh pada sang anak.
Langkah kedua yaitu menjalin komunikasi yang baik. Anda bisa menanyakan hal yang disukai dan tidak disukai oleh calon pasangan. Namun tidak dianjurkan terlalu sering bertemu atau mengirim pesan.
Berikutnya, setelah mendapatkan restu dari orang tua bukan berarti bisa bertemu dan mengajak jalan-jalan secara bebas. Jika ingin bertemu harus melibatkan orang ketiga seperti teman atau keluarga.
Setelah mendapatkan data dan berbagai informasi yang diperlukan mengenai wanita, selanjutnya melakukan sholat istikharoh agar Allah memberi petunjuk jawaban yang terbaik atas usaha yang sedang dilakukan.
Luruskan niat bahwa menikah karena ingin membentuk rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah.
Proses taaruf tidak boleh dilakukan terlalu lama, segera ambil keputusan yang terbaik untuk jenjang lebih lanjut yaitu menikah. Jarak ideal taaruf dan khitbah atau lamaran adalah 1 – 3 minggu saja.
Jika semua persiapan sudah dilakukan dengan baik, tiba saatnya untuk melakukan akad dalam pernikahan. Pernikahan ini dapat dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing orang, tidak harus dengan perayaan yang mewah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
