Terkini.id – Fenomena tak lazim kini kembali menggegerkan media sosial. Seorang wanita baru saja mengunggah video yang memperlihatkan dirinya makan sabun. Video itu sontak viral di jagat dunia maya.
Aksi tak biasa wanita yang satu ini juga lantas membuat banyak netizen yang bergidik ngeri akan keberaniannya memakan sabun batangan tersebut. Apalagi diketahui hal itu sangat berbahaya bagi kesehatan.
Dalam videonya, perempuan itu tampak tidak masalah menyelesaikan permintaan netizen untuk makan sabun batangan merk tertentu. Warganet umumnya kaget melihat aksi dalam video tersebut, yang makan sabun meski dengan tangan berbusa.
Perempuan itu bernama Khosik Assyifa. Lewat akun Instagram pribadinya @khosikmubarok, ia merekam dirinya makan sabun batangan dari beberapa merk yang berbeda.
Video pertama aksi jilat sabun ini diunggah pada tanggal 8 Februari lalu. Merk pertama adalah Lux. Lengkap dengan caption ‘enak banget’, ia tampak menikmati sabun layaknya makanan enak, tak ada rasa jijik ataupun takut keracunan.
Sabun tersebut awalnya dibasahi dengan air, lalu dijilat, busa-busa yang menempel di bibir dan mulutnya pun langsung ditelan dan dibersihkan dengan lidah.

Sehari setelahnya, ia kembali mengunggah video dirinya dengan sabun Lifebuoy. Dibuka dengan kalimat ‘Halo, kemarin ada yang request sabun Lidebuoy dong kak, katanya gitu’, seolah makan sabun tersebut merupakan request dari salah satu followersnya.
Sama seperti sebelumnya, sabun berwarna merah tersebut dibasahi dengan air terlebih dahulu sebelum dimakan sari busanya.
Terakhir, merk yang ia makan adalah Giv berwarna putih. Kali ini caption uanggahannya sedikit berbeda karena ia menyinggung orang-orang nyinyir yang mengomentari aksinya tersebut.
“Ini mulut orang yang kerjaan nyinyir harus disabun sampai berbusa….” tulisnya dalam caption.
Bahaya Makan Sabun Menurut Dokter Ahli Pencernaan

Menanggapi video tersebut, dokter ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Ari Fahrial Syam, mengatakan sabun bukan materi yang lazim dimakan. Kandungan zat dalam sabun bahkan bisa berisiko bagi kesehatan konsumennya.
“Ada kemungkinan kondisi yang disebut pica dalam video tersebut. Pica adalah kebiasaan mengonsumsi sesuatu yang tidak mengandung zat gizi,” ujar dr Ari Fahrial Syam, dikutip dari detik, Rabu 13 Februari 2019.
Pica, kata Ari, ada kaitannya dengan kondisi psikis seseorang hingga akhirnya orang tersebut berani memakan hal yang tidak lazim.
“Pica menyebabkan seseorang menemukan kenikmatan dengan mengonsumsi sesuatu yang tidak bernutrisi,” terangnya.
Penanganan pica, ungkapnya, diawali dengan mengetahui kondisi kejiwaan pasien terlebih dulu melalui konsultasi dengan psikiater.
“Konsultasi juga memungkinkan mengetahui latar pasien hingga mengonsumsi sesuatu yang tak bergizi berikut penanganannya,” ujar dr Ari.
Untuk konsumsi sabun, dr Ari menyebut tingkat keasaman produk bisa mengganggu keseimbangan dan sirkulasi darah.
“Kandungan zat kimia dalam sabun yang tidak untuk dimakan, juga bisa menganggu fungsi organ pencernaan,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
