Heboh Warga Langkat Murtad Massal, Pernyataan UAS Diungkit: Halal Darahnya Dipancung

Terkini.id, Jakarta – Informasi banyaknya warga Langkat Sumatera Utara yang murtad atau keluar dari Islam, ramai dibagikan di media sosial.

Kementerian Agama (Kemenag) punya mengakui mendapat informasi banyak warga Langkat, Sumatera Utara (Sumut) yang murtad atau keluar dari Islam. Pihaknya pun bakal mengecek dan mendalami kasus tersebut.

“Kami mencari informasi, menunggu informasi, minta laporan dari Kakanwil (Kepala Kantor Wilayah) Sumut. Untuk mendapat informasi yang lebih jelas,” ujar Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, dikutip dari detikcom, Minggu 15 Maret 2022.

Baca Juga: Bongkar Motif Ferdy Sambo, Kamaruddin: Brigadir J Bocorkan Rahasia Kejahatannya

Kamaruddin tidak bisa menyampaikan banyak hal soal peristiwa tersebut. Dia masih menunggu informasi dan kelengkapan data dari Kanwil Kemenag Sumut.

“Mereka yang lebih paham kondisi real di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Kamaruddin Ngaku Tahu Motif Pembunuhan Brigadir J Tapi Enggan Bicara:...

Soal apakah kejadian tersebut merupakan masalah, Kamaruddin pun belum memberi penilaian.

“Saya belum bisa menyampaikan, detailnya, karena saya belum mendapat ril di lapangan,” ujarnya.

Kabar terkait warga Langkat yang murtad sebelumnya disampaikan MUI Sumut. Hal ini didapatkan dari laporan yang diterima MUI Sumut. MUI mengatakan jumlah warga yang murtad itu kini makin memprihatinkan.

Baca Juga: Kamaruddin Ngaku Tahu Motif Pembunuhan Brigadir J Tapi Enggan Bicara:...

“Belum kita himpun (jumlah warga yang murtad), tapi datanya sangat memprihatinkan,” kata Ketua Bidang Dakwah MUI Sumut M Hatta kepada detikSumut, seperti dikutip Minggu 15 Mei 2022.

Untuk mengatasi hal tersebut, menurut Hatta, pihaknya sudah berkoordinasi dengan MUI Langkat. Hatta menyebut sudah ada rapat antara MUI Sumut dan MUI Langkat untuk membahas hal itu.

Ketua MUI Langkat, Dian, mengatakan kasus ini bermula ketika salah seorang warga mengaku anaknya dimurtadkan.

“Ada warga yang mengaku anaknya dimurtadkan, kronologinya sudah dibuat pihak keluarga,” kata Zulkifli dikutip dari detikSumut, Minggu 15 Mei 2022. Diketahui wanita itu berinisial N berusia sekitar 30 tahun.

Pengacara keluarga N, Ade, mengatakan peristiwa ini berawal saat N pergi dari rumah beberapa waktu yang lalu. Ade mengatakan pihak keluarga sempat membuat laporan ke polisi terkait hilangnya Ade ini.

Ade mengungkapkan, N ternyata berada di rumah seorang pria yang disebut sebagai pacarnya berinisial J. Keluarga dari N pun menghubungi keluarga J untuk menanyakan keberadaan anaknya itu.

“Si orang tua pelaku (J) ini selalu mengatakan tidak tahu, tidak berada di sini. Hingga akhirnya dapatlah info A1 (valid) si anak berada di salah satu rumah di Besitang,” tutur Ade.

N dan J akhirnya menikah dengan tata cara agama di luar Islam. Ade mengatakan N kemudian mengetahui dirinya sudah beragama Kristen dari KTP yang dimilikinya. Dalam KTP itu, dituliskan agama N Kristen, namun fotonya tetap menggunakan jilbab.

“Tahunya dia pindah agama setelah mendapatkan KTP dari Dinas Dukcapil Langkat. Di situ KTPnya sudah berubah dari agama Islam ke Kristen. Anehnya fotonya pakai jilbab,” tutur Ade.

“Keluar juga akta nikahnya dari dukcapil, setelah kita cek ke lurah asal korban, pihak kelurahan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pindah alamat si korban,” jelasnya.

Lalu bagaimana hukumnya murtad menurut hukum Islam? Netizen di media sosial mengungkit pernyataan Ustaz Abdul Somad, terkait hukum pancung untuk pelaku murtad.

“Miris warga Langkat ramai ramai murtad, UAS: Darahnya halal dan kepalanya dipancung dalam hukum Islam,” tulis akun @JokoHar68301204.

Mengutip dari hopsid, Ustaz Abdul Somad alias UAS dalam satu cermahnya pernah menjawab pertanyaan mengenai hukum umat muslim murtad.

UAS memastikan, murtad merupakan perbuatan yang sangat dibenci Tuhan. Bahkan katanya para ulama mengutuk perbuatan tersebut.

“Dalam Isla ini, ulama kalau menyebut murtad sudah nauzubilah, nauzubilah, nauzubilah. (Mudah-mudahan) diselamatkan Allah di generasi cucu cicit di hari kiamat, jangan sampai murtad. Luar biasa sekarang gerakan murtad ini,” kata UAS dikutip dari Youtube Buya Lovers, Senin 16 Mei 2022.

UAS menyebutkan, ada tiga perkara yang membuat darah seseorang halal dan boleh dihukum pancung. Salah satunya yakni murtad atau berpaling dari Islam.

“Ada darah yang halal ditumpahkan, dipancung kepalanya dalam hukum Islam. Pertama pembunuh, kedua dilempar batu sampai mati, ketiga orang yang murtad dalam Islam dihukum pancung,” katanya.

Ada Upaya Masif untuk Memurtadkan

Sementara itu M. Hatta selaku Ketua Bidang Dakwah MUI Sumatera Utara sebelumnya menanggapi fenomena banyak warga Langkat memutuskan murtad.

Dia menyebutkan, ada dua penyebab terkait terjadinya hal tersebut. Penyebab yang berasal dari faktor eksternal dan internal.

“Ada dua hal, faktor eksternal dan internal,” kata M.Hatta dilansir dari TVOne.

Dari aspek eksternal kata M.Hatta, tampaknya ada kelompok yang memang secara masif mengajak warga kabupaten Langkat untuk keluar dari agama Islam (murtad).

Adapun modus kelompok tersebut kata M.Hatta adalah awalnya dengan menawarkan pekerjaan hingga uang.

“Eksternal ini adanya upaya-upaya sistemik yang dilakukan kelompok-kelompok tertentu sehingga terjadilah guncangan dalam diri seseorang. Misalkan tawaran pekerjaan bahkan tawaran keuangan,” katanya.

Sedangkan, dari faktor internal yaitu didasari oleh bagaimana keimanan seseorang. Yang artinya kata Hatta iman orang tersebut lemah.

“Kalau dari internal, ya karena kelemahan iman yang ada pada umat Islam sehingga muda goyah,” katanya.

Hatta menyebutkan, pihaknya memang belum mendapatkan data pasti berapa jumlah warga Langkat yang murtad. Namun, banyaknya warga yang murtad itu sudah memprihatinkan.

“Belum kita himpun, tapi datanya sangat memprihatinkan,” katanya

Bagikan