Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Helmi Felis lagi-lagi membuat pernyataan kontroversial terhadap pemerintahan saat ini.
Pernyataan kontroversial Helmi Felis diduga telah memplesetkan ideologi negara Pancasila menjadi Panca Gila.
Sontak pernyataan kontroversial Helmi Felis menuai komentar negatif netizen.
Seorang netizen bernama akun satriawirang18 turut memberikan komentar yang diunggah pada Rabu 6 Juli 2022.
Netizen tersebut menyebut Helmi Felis telah memplesetkan Pancasila.
- Helmi Felis ke Jokowi: Bukan Percuma Pak! Tuanya Nanti Jadi Penipu, Umbar Janji Boro-Boro Ditepati
- PPP Dukung Ganjar Melaju di Pilpres 2024, Akun Helmi Felis Singgung Lambang Ka'bah: Memalukan
- Fahri Duga Anies Gagal Maju Capres, Helmi Felis: Please, Jangan jadi Dukun!
- Helmi Felis Sebut Anies Baswedan Tercatat Sejarah: Kakek Sampe Neneknya Frontliner!
- Ahmad Nuril Sebut Anies Pemimpin Ibu Kota Sukses, Helmi Felis: Mau Cari yang Gimana Lagi?
Selain itu, dia menilai bahwa hati dan otak Helmi Felis kotor sehingga memplesetkan Pancasila.
“Sekotor itu hati dan otakmu sampai memplesetkan Pancasila?” tulis akun satriawirang18.
Lebih lanjut, netizen tersebut menyatakan tidak peduli dengan kebencian Helmi Felis terhadap pemerintah.
Namun, netizen tersebut menyatakan dengan jelas bahwa Helmi Felis tidak layak hidup di NKRI jika memplesetkan Pancasila.
“Aku nggak perduli dengan kebencianmu sama pemerintah, tp dengan memplesetkan pancasila, anjing sepertimu tidak layak hidup di NKRI,” ujarnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, pernyataan kontroversial Helmi Felis dituliskan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Rabu 6 Juli 2022.
Helmi Felis menamai pernyataannya dengan Panca Gila Rezim Gemblung.
“Panca Gila Rezim Gemblung,” tulis Helmi Felis dalam akun Twitternya.
Pernyataan kontroversial Helmi Felis yang dinamakan dengan Panca Gila Rezim Gemblung berisi lima hal.
Adapun lima hal pernyataan Helmi Felis soal Panca Gila Rezim Gemblung sebagai berikut:
1. Kekuasaan yang Maha Penting;
2. Bagi hasil yang adil dan beradab;
3. Persatuan konglomerasi;
4. Konglomerat yang dipimpin oleh oligarki, kepentingan dalam merampok SDA secara kolektif;
5. Keadilan sosial bagi seluruh konglomerat Indonesia.
“1. Kekuasaan yang Maha Penting; 2. Bagi hasil yang adil dan beradab; 3. Persatuan konglomerasi,” demikian narasi pernyataan Helmi.
“4. Konglomerat yang dipimpin oleh oligarki, kepentingan dalam merampok SDA secara kolektif; 5. Keadilan sosial bagi seluruh konglomerat Indonesia,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
