Host Cokro TV Dianggap Sebar Hoaks, Rizal Ramli: Coro TV dan Pendukungnya Promotor Ulama Islam-Phobia

Host Cokro TV Dianggap Sebar Hoaks, Rizal Ramli: Coro TV dan Pendukungnya Promotor Ulama Islam-Phobia

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli menanggapi soal Cokro TV yang diduga menyebarkan hoaks terkait Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pernah dikuasai kelompok Tarbiyah.

Rizal Ramli menyindir bahwa “Coro TV” dan pendukungnya memang adalah promotor ulama yang Islamophobia.

Ia juga menilai bahwa Cokro TV sengaja melakukan ini agar fokus masyarakat teralih ke masalah radikal sehingga melupakan masalah nyata.

“Coro TV mah, dan pendukungnya promotor utama Islam-Phobia untuk ngaduk supaya fokus radikal-radikul, sehingga lupa masalah riel yg dihadapin rakyat,” kata Rizal Ramli melalui akun Twitter resminya pada Selasa, 22 Februari 2022.

Bersama cuitannya, Rizal Ramli membagikan cuitan berisi berita berjudul “Diduga, CokroTV Menyebarkan Hoaks terkait Beasiswa LPDP Pernah Dikuasai oleh Kelompok Tarbiyah”.

Diketahui, sebelumnya memang sempat ramai dibicarakan sebuah potongan video seorang  perempuan yang menyebut bahwa LPDP pernah dikuasai kelompok tarbiyah.

Salah satu yang menyoroti video soal Beasiswa LPDP ini adalah Imam Masjid Islamic Center of New York, Shamsi Ali.

Ia mengatakan bahwa video tersebut harus diklarifikasi sebab bisa menimbulkan kesalapahaman.

“Ada yang bisa klarifikasi tentang LPDP ini? Setahu saya program ini terbuka tanpa ada sekat….video ini bisa misleading!” kata Imam Shamsi Ali melalui akun Twitter pribadinya pada 18 Februari 2022.

Adapun dalam narasi video yang beredar, seorang perempuan awalnya menjelaskan bahwa LPDP ditujukan bagi kaum muda pintar yang dikirim untuk kuliah di kampus terbaik di dunia.

Ditelusuri, perempuan tersebut bernama Rizka Putri Abner dan dikenal sebagai salah satu Host Cokro TV bersama Denny Siregar, Eko Kuntadhi, Ade Armando, dan lain-lain.

Menurutnya, LPDP yang berada di bawah Kementerian Keuangan mengelola dana abadi sekitar Rp 70 triliun.

Per tahun, mengeluarkan dana sekitar Rp2-3 triliun untuk beasiswa mahasiswa yang kuliah di universitas top dunia.

“Masalahnya di masa lalu, kabarnya pengelola LPDB dikuasai kaum tarbiyah. Itu tuh mereka yang apa-apa agama, apa-apa agama,” kata perempuan yang membacakan narasi dengan latar belakang foto Aksi 212 di Monas tersebut, dilansir dari Republika.

“Jadi banyak yang dikirim bukan siswa terbaik, tapi yang dianggap soleh dan beriman. Bias agamanya kentara banget. Ya banyak yang jeblok lah,” lanjutnya.

Rizka lantas mengatakan bahwa pola ini telah diubah usai Direktur LPDP saat ini, Dwi Larso menyatakan penerima LPDB harus memperjuangkan toleransi beragama.

“Mudah-mudahan LPDB bisa melahirkan generasi muda Indonesia terbaik. LPDB untuk semua bukan untuk satu golongan saja,” ujarnya.

Terkait ini, Andin Hadiyanto sebagai Direktur Utama LPDP pun menegaskan bahwa video yang beredar tidak dikeluarkan oleh lembaga yang dipimpinnya.

“LPDP tidak pernah keluarkan video tersebut,” ucap Andin pada Sabtu, 19 Februari 2022.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.