Banyak Kejanggalan, Polisi Masih Dalami Kematian Ibu Muda di Jeneponto

Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman saat dikonfirmasi awak media/Syarief
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Boby Rachman saat dikonfirmasi awak media/Syarief

Terkini.id, Jeneponto – Sampai saat ini, kematian Desi Ananda Kasih (24) Warga Kabupaten Bantaeng yang ditemukan tewas di Kampung Parambu, Bungen Jeneponto masih misteri.

Desi Ananda ditemukan tewas di perbatasan Kecamatan Batang-Arungekeke, Kabupaten Jeneponto, pada 24 Februari 2019.

Kepolisian Resort Jeneponto masih terus mendalami kasus tersebut.

Kematian Desi yang diduga bunuh diri itu tak bisa diterima keluarganya.

Pasalnya, pihak keluarga melihat luka pada leher ibu satu orang anak tersebut yang janggal sehingga meminta kepada polisi untuk dilakukan otopsi.

Selain itu, Polisi telah mengamankan seorang pria bernama Faisal dan beberapa unit ponsel.

Kasat Reskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rahman menjelaskan pihaknya masih mendalami dugaan bunuh diri itu.

“Sudah dilakukan otopsi dari forensik Polda Sulsel, kita terus dalami dugaan gantung diri itu, kami masih menunggu hasil otopsi itu dan kami masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi,” kata AKP Boby Rahman.

Menurut AKP Boby Rachman, pihaknya sedang mendalami tiga saksi.

“Saksi ada tiga orang, diantaranya katanya ada hubungan suami istri dengan korban dan juga pemilik rumah di mana korban ditemukan meninggal, belum ada yang ditetapkan tersangka,” jelasnya.

Ketua tim Forensek Biddokkes Polda Sulsel Deni saat di konfirmasi membenarkan jika pihaknya telah melakukan otopsi jenazah korban yang diduga bunuh diri.

“Alhamdulillah otopsinya sudah selesai, otopsi berlangsung sekitar kurang lebih dua jam. Hasilnya belum bisa disampaikan, masih dalam proses, masih memerlukan pemeriksaan tambahan,” ungkap dr Deni, Selasa, 26 Februaru 2019 dini hari tadi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini