Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu pemerintah baru saja melonggarkan aturan soal masker.
Belum lama ini, pandemi Covid-19 dan wabah hepatitis akut misterius masih menjadi penyakit yang banyak dialami masyarakat, para peneliti kini kembali menemukan virus baru yang disebut sebagai virus Hendra (HeV).
Para peneliti di Griffith University Australia menyebut bahwa varian dari virus tersebut bisa menular ke manusia. Virus ini juga terdeteksi di urine kelelawar berkepala hitam dan abu-abu yang menyebar di Australia, wilayah federal New South Wales hingga Queensland.
“Penyebabnya adalah kelelawar buah atau flying fox yang adalah native animal (hewan asli) di Australia,” kata Dicky dalam pesan suara yang diterima detik.com, Senin 23 Mei 2022.
“Hasil studi kami dengan meneliti spesies kelelawar tertentu mengungkapkan bagaimana varian virus Hendra menular ke kuda dan manusia,” kata pemimpin penelitian Alison Peel dari Pusat Kesehatan dan Keamanan Pangan, dikutip situs resmi Griffith University awal pekan ini.
Virus Hendra (HeV) tercatat memiliki angka kematian di atas 50 persen, baik pada hewan maupun manusia. Adapun “korban” terpapar paling banyak dilaporkan pada hewan kuda.
Pada manusia pun 70 persen kalau terpapar ya mematikan, 7 dari 10 orang manusia yang terkena virus Hendra ini meninggal,” ujarnya, sebagaimana dikutip oleh detikHealth.
Gejalanya pada manusia itu mestinya demam, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, sama seperti penyakit flu disertai dengan meningitis atau encephalitis atau peradangan pada otak, bila berkembang yang menyebabkan nyeri kepala, demam tinggi, dan juga kejang sampai koma,” tutupnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
