Terkini.id, Makassar – Humas IDI Kota Makassar, dr Wachyudi Muchsin meragukan pernyataan klaim Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang menyebut kasus Covid-19 telah melandai.
Ia menilai, saat ini, kasus yang melandai lantaran pemeriksaan Swab yang juga ikut menurun.
“Nyatanya pemeriksaan Swab yang menurun padahal PCR kita sudah banyak,” kata dia, Jumat, 28 Agustus 2020.
Wachyudi menilai, selama ini, pemerintah kota hanya menabur pencitraan. Sebab, pernyataannya tidak dibarengi dengan adanya data yang ril.
“Pencitraan paling top dan mulia adalah keberhasilan menurunkan Covid-19 tanpa rekayasa data,” sambungnya.
- Kalla Institute dan Pelindo Regional 4 Makassar Bangun Kemitraan Strategis
- Astra Motor Sulsel Gelar Gebyar Honda Jagoanku di Lima Daerah, Hadirkan Promo Menarik
- Wabup Gowa Dorong Nobar Piala Dunia FIFA 2026 Jadi Ajang Kebersamaan dan Penggerak UMKM
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Ajak Seluruh OPD Dukung Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
- Rapat Paripurna DPRD, Wakil Wali Kota Makassar Beberkan Kinerja APBD 2025
Menurutnya, pemerintah kota sejatinya terus menggenjot pemeriksaan Swab. Penerapan 3T, yakni Testing (Pemeriksaan), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Perawatan) perlu dilakukan secara massif.
“Perlu testing, tracing, dan treatment,” kata Alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini.
Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut bahwa tren penurunan kasus telah terjadi. Pihaknya pun bersyukur dan terus memaksimalkan kinerja.
“Di satu sisi kita bersyukur, jadi kelihatan pola daripada pandemi Covid-19 ini sudah mendekati puncak. Terbukti dalam satu minggu terakhir tidak ada lagi yang positif di atas angka 100,” katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, Kota Makassar akan berada pada zona hijau bila ratio positif di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 5 persen.
“Bila 5 persen positivity rate, 100 diperiksa 5 positif,” ujar Naisyah, Kamis, 27 Agustus 2020.
Angka positivity rate Covid-19 atau presentase kasus positif merupakan salah satu indikator untuk menentukan zona sebuah daerah.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan sampling dan pemeriksaan di laboratorium Provinsi Sulsel di Balai Besar Laboratorium Kesehatan atau BBLK.
Selain itu, Naisyah mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan provinsi untuk peminjaman mobil PCR keliling.
“Kita tracing ketat kembali, misalkan lima orang di rumah baru satuji yang mau diperiksa, kalau misalkan positif semuanya harus di swab, itu wajib,” ungkapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
