IJTI Temukan Kejanggalan Proses Seleksi KPID Sulsel, Komisioner Terpilih Tidak Memiliki Latar Belakang Penyiaran

IJTI Temukan Kejanggalan Proses Seleksi KPID Sulsel, Komisioner Terpilih Tidak Memiliki Latar Belakang Penyiaran

Muh Nasruddin

Penulis

Terkini, Makassar – Ikatan Jurnalis Televisi Sulawesi Selatan (IJTI Sulsel) menemukan beberapa kejanggalan pada proses rekrutmen Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi selatan (KPID Sulsel).

IJTI menganggap, rata-rata komisioner terpilih tidak memiliki latar belakang penyiaran dan bahkan tidak menguasai bidang penyiaran.

Ketua Pengda IJTI Sulsel, Andi Mohammad Sardi mengatakan, kuat dugaan saat proses fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan calon komisioner KPID Sulsel dilaksanakan secara tertutup tanpa di buka ke publik. Bahkan sejumlah jurnalis tidak bisa mengakses prosesnya.

“Kami menilai ada banyak kejanggalan-kejanggalan dalam proses seleksi. Bahkan yang lolos menjadi komisioner diduga tidak memiliki latar belakang tentang penyiaran,” ujar Ketua Pengda IJTI Sulsel Andi Mohammad Sardi di Makassar, Senin 20 Mei 2024.

Mengingat dalam Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) nomor: 02/P/KPI/04/2011 tentang Pedoman Rekrutmen KPI disebutkan pada pasal 9 poin 5 dan 7 tertulis Dewan Perwakilan Rakyat dalam melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan dilakukan secara terbuka.

Baca Juga

Selain itu, IJTI Sulsel juga mempertanyakan siapa inisiator yang melakukan upaya tersebut sehingga saat proses uji kelayakan dan kepatutan tersebut terkesan tertutup.

IJTI Sulsel bersama Koalisi Jurnalis Peduli Penyiaran (KJPP) telah melayangkan surat kepada Ketua DPRD Sulsel pada 13 Mei 2024 untuk meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mendengarkan langsung adanya masalah dalam proses seleksi KPID Sulsel.

Sebelumnya, Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (BK DPRD Sulsel) bakal mendalami dugaan transaksional atau dugaan suap proses seleksi komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulsel.

Selle mengaku mendengar informasi adanya praktik transaksional dalam seleksi calon komisioner KPID dan KI yang digelar oleh Komisi A DPRD Sulsel. Informasi awal ini membuat BK bergerak.

“Katanya ada permainan permintaan uang. Tetapi kan sampai saat ini hanya desas-desus saja karena tidak ada yang bisa membuktikan, tapi kami tetap memberikan warning,” kata Selle melalui sambungan telepon, Senin 6 Mei 2024.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.