Terkini.id, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir berencana meromba jajaran direksi PT Asabri akibat praktik dugaan korupsi yang terjadi di perusahaan milik negara tersebut.
Diketahui, PT Asabri yang merupakan perusahaan asuransi prajurit TNI-Polri diduga terlibat korupsi yang merugikan negara senilai Rp 10 triliun.
Rencana perombakan direksi PT Asabri diungkapkan Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo. Menurutnya, hal itu tinggal menunggu waktu saja.
“Ya ini saya lagi sering panggil (dirutnya). Ya pasti saya kira (Ada perombakan),” kata Kartika, seperti dilansir dari Suara, Senin, 13 Januari 2020.
Kemungkinan besar perombakan tersebut, kata Kartika, akan dilakukan pada tahun 2020 ini.
- Hasil Drawing ASEAN U-23 Championship Mandiri Cup 2025, Indonesia Satu Grup dengan Malaysia
- 3 Pemain Resmi Jadi WNI, Tambah Kekuatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Australia dan Bahrain
- Shin Tae-yong Pamit: Warisan dan Harapan untuk Piala Dunia 2026
- Eksperimen PSSI: Mampukah Patrick Kluivert Menjawab Ekspektasi?
- Shin Tae-yong Dipecat: Evaluasi Kinerja atau Konflik Tak Terlihat?
“Tahun ini, tahun ini,” ujarnya singkat.
Kendati demikian, pihaknya enggan mengungkapkan terkait jumlah direksi yang akan dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir lantaran kasus ini masih sementara didiskusikan secara intensif oleh Kementerian BUMN.
“Belum tahu belum tahu. Ini masih diskusi sama pak menteri,” ujar Kartika.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya mengungkapkan bahwa akibat skandal korupsi di tubuh PT Asabri, negara mengalami kerugian senilai Rp 10 triliun.
Angka tersebut, kata Mahfud, tak kalah besar dengan nilai dugaan korupsi yang menjerat asuransi Jiwasraya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
