Terkini.id, Jakarta – Indonesia menjadi presidensi G20 pada tahun 2022. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin memuji Jokowi hebat.
Untuk diketahui, G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia yang terdiri atas 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.
“Presidensi G20 menjadi bukti pengakuan dan kepercayaan dunia kepada negara kita tercinta. Pengakuan ini saya lihat karena Pak Jokowi hebat. Jadi kalau ditanya kenapa dunia percaya? Ya jawabannya cuma satu, itu berkat Pak Jokowi,” kata Cak Imin dalam keterangannya kdiutip dari detikcom, Senin, 1 November 2021.
Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR RI ini menyatakan, kepercayaan dunia kepada Indonesia sebagai presidensi G20 setelah Italia tersebut membangkitkan optimisme yang dibangun untuk bangkit di tengah transisi kepemimpinan.
Dirinya tidak menampik jika ia bersama dengan PKB juga terus mendorong optimisme dalam membangun kepercayaan dunia bagi Indonesia. Menurut Cak Imin, perjuangan Jokowi mengangkat nama baik Indonesia di dunia sejalan dengan perjuangan PKB.
- Yasir Machmud Nahkodai Pengusaha Tani Indonesia, Siap Perkuat Ketahanan Pangan dan Sejahterakan Petani
- Trofi Piala Dunia Singgah di Jakarta, FIFA Kirim Sinyal ke Indonesia
- Bawaslu Provinsi Sulsel Raih Apresiasi Kehumasan Terbaik Se-Indonesia
- F8 Makassar Hari Ketiga: Perpaduan Budaya Lokal dan Internasional Makin Semarak
- Jokowi Percaya Timnas Indonesia Mampu Menang Lawan Filipina
“PKB terus berupaya dan ikut berkontribusi menanamkan kepercayaan dunia bagi Indonesia. Banyak sekali kegiatan-kegiatan internasional yang kita lakukan, mau itu politik, ekonomi, dan lingkungan. Jadi saat Indonesia diberi amanah presidensi G20, itu sama artinya Pak Jokowi PKB banget,” tuturnya.
Ia berharap agar momentum presidensi G20 ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Ada empat prinsip universal yang dititipkan Cak Imin agar turut diperjuangkan dalam G20 nanti.
Pertama adalah, prinsip adil dan sederajat tanpa memandang suku dan agama. Kedua, prinsip menerima dan menghormati negara bangsa yang berdaulat sebagai sistem politik yang mengikat tanpa menyebarkan atau mengejar agenda supremasi terhadap bangsa lain.
Kemudian yang ketiga adalah prinsip menerima dan menghormati hukum negara sebagai tatanan yang mengikat.
“Dan prinsip yang keempat adalah Indonesia juga perlu mendorong ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, gotong royong, dan keadilan sosial. Keempat prinsip ini saya yakini bisa menjadi pintu stabilitas dunia, dan juru kuncinya adalah Indonesia melalui forum G20 nanti,” ujarnya.
Konferensi Tingkat Tinggi G20 terdiri dari AS, Argentina, Brasil, Australia, Kanada, Meksiko, Turki, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, China, Jerman, Inggris, India, Arab Saudi, Afrika Selatan, Italia, Indonesia, Perancis, Rusia, ditambah Uni Eropa. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjadi anggota G20.
Secara umum, G20 menjadi representasi perekonomian dunia dan memiliki posisi strategis. Negara-negara yang tergabung di G20 menguasai 85 persen PDB dunia, 80 persen investasi global, 75 persen perdagangan dunia, dan 66 persen populasi dunia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
