Terkini.id, Jakarta – Meski sudah ditemukan di 16 negara, cacar monyet belum teridentifikasi di Indonesia. Ketua Satgas IDI Prof Zubairi Djoerban memastikan bahwa belum ada kasus cacar monyet di indonesia, Minggu 29 Mei 2022.
Prof Zubairi Djoerban sebagai Ketua Satgas IDI menyatakan belum ada kasus cacar monyet di Indonesia walaupun sudah teridentifikasi pada 16 negara. Prof Zubairi juga menambahkan bahwa semua orang rentan, tak terkecuali preferensi seksual, dikutip dari detikhealth.
Ia juga melanjutkan bahwa kecil kemungkinan cacar monyet ditemukan di Indonesia.
“Kecil kemungkinan jadi pandemi. Gejala jelas. Muncul pustula yang bantu identifikasi,” ungkapnya via akun Twitter miliknya, dikutip detikcom, Minggu 29 Mei 2022.
Kabarnya kasus cacar monyet sudah ditemukan diberbagai negara, dan ini bisa saja menjadi penyebab pandemi selanjutnya.
- 2 Warga Terbukti Negatif, Wali Kota Makassar Tegaskan Tak Ada Cacar Monyet
- Cacar Monyet Sudah Masuk di Indonesia, Begini Pesan Presiden Jokowi
- Cacar Monyet Masuk Makassar, Dinkes Sulsel: Belum Terkonfirmasi
- Soal Cacar Monyet, Menkes Pastikan Penularannya Tidak Akan Setinggi Covid-19
- Darurat Kesehatan Global, Ikatan Dokter Indonesia Bentuk Satgas Cacar Monyet
World Health Organization (WHO) mengatakan kasus cacar monyet yang sudah dilaporkan dari 20 negara non endemik mencapai lebih 200 kasus cacar monyet.
Cacar monyet adalah penyakit zoonosis atau lebih jelasnya penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau disebut dengan monkeypox. Akan tetapi, Cacar monyet ini bisa pulih dengan sendirinya. Awalnya, kasus hanya dilaporkan di Afrika tengah dan barat sebelum menyebar ke banyak negara.
Monkeypox mempunyai gejala seperti demam, lalu muncul lesi kulit dan ruam di area wajah dan tubuh.
Demam yang diawali gejala tersebut bisa saja bertahan 1 hingga 3 hari, lalu disertai dengan ruam dan keseluruh tubuh hingga lengan dan kaki.
Perlu diperhatikan gejala yang timbul akibat dari cacar monyet seperti demam, sakit kepala, menggigil, kelelahan, lemas, nyeri otot, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
