Industri Jasa Keuangan Sulsel Tetap Ekspansif, Investor Pasar Modal Melonjak 79 Persen

Industri Jasa Keuangan Sulsel Tetap Ekspansif, Investor Pasar Modal Melonjak 79 Persen

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini, Makassar – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan masih berada pada jalur pertumbuhan yang positif hingga pertengahan 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh stabilnya industri perbankan, meningkatnya aktivitas pasar modal, serta tetap kuatnya penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Muchlasin menyampaikan, aset perbankan Sulawesi Selatan tumbuh 5,99 persen (year on year), sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 yang mencapai 6,88 persen.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,71 persen, sedangkan penyaluran kredit tumbuh 5,27 persen.

“Yang cukup menggembirakan, kredit produktif masih mendominasi dengan pangsa sekitar 52 persen. Ini menunjukkan pembiayaan perbankan masih banyak mengalir ke sektor-sektor produktif yang menopang perekonomian daerah,” ujar Kepala OJK Sulselbar Muchlasin dalam Media Update Industri Jasa Keuangan di Makassar.

Baca Juga

Ia menjelaskan, komposisi DPK masih didominasi tabungan dengan nilai mencapai Rp92,3 triliun atau sekitar 51 persen dari total DPK. Sementara deposito menyumbang sekitar 22 persen dan giro sekitar 15 persen.

Dari sisi penyaluran kredit, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penerima pembiayaan terbesar. Namun, OJK melihat mulai terjadi penguatan pembiayaan pada sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan yang menjadi basis ekonomi Sulawesi Selatan.

“Kredit sektor pertanian, perburuan dan kehutanan tumbuh sekitar 11 persen dibandingkan Juni tahun lalu. Ini menjadi sinyal positif karena struktur ekonomi Sulawesi Selatan memang ditopang sektor pertanian,” katanya.

Selain pertanian, sektor perikanan juga mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 5,69 persen, disusul sektor akomodasi, penyediaan makan minum, perhotelan, real estate, serta jasa persewaan yang juga mengalami peningkatan.

Secara wilayah, Kota Makassar masih menjadi pusat penyaluran kredit dengan pangsa sekitar 53,04 persen, diikuti Palopo, Bone, Parepare, dan Bulukumba.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.