Industri Jasa Keuangan Sulsel Tetap Ekspansif, Investor Pasar Modal Melonjak 79 Persen

Industri Jasa Keuangan Sulsel Tetap Ekspansif, Investor Pasar Modal Melonjak 79 Persen

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Menurut OJK, dominasi Makassar dipengaruhi keberadaan kantor pusat perusahaan maupun aktivitas bisnis yang terkonsentrasi di ibu kota provinsi tersebut.

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), perusahaan pembiayaan tumbuh 3,56 persen, sedangkan modal ventura meningkat 3,48 persen.

Outstanding pembiayaan fintech peer to peer lending meningkat 29,6 persen, dari sekitar Rp2,04 triliun menjadi Rp2,64 triliun.

Sementara itu, outstanding pergadaian melonjak dari sekitar Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, dipengaruhi penggabungan sejumlah entitas usaha dalam Grup Gade Mas Nusantara yang kini berkantor pusat di Makassar.

Pada sektor perasuransian, premi meningkat dari sekitar Rp963 miliar menjadi Rp1,26 triliun, sementara nilai klaim juga naik menjadi lebih dari Rp1 triliun. Nilai penjaminan tumbuh sekitar 19 persen, sedangkan dana pensiun meningkat 1,29 persen.

Baca Juga

Pertumbuhan paling tinggi justru terjadi pada pasar modal. Jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Selatan meningkat 79,28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Investor reksa dana menjadi yang terbesar, disusul investor saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Kami melihat semakin banyak masyarakat memilih instrumen investasi yang dikelola secara profesional melalui reksa dana. Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal terus meningkat,” katanya.

OJK optimistis kinerja industri jasa keuangan Sulawesi Selatan akan tetap terjaga seiring membaiknya aktivitas ekonomi daerah serta meningkatnya pembiayaan pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan jasa.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.