Infografik: Arus Lalu Lintas di Sekitar Pantai Losari Berubah

kartun lalu lintas, rekayas lalu lintas
Ilustrasi rekayasa lalu lintas.(hasbi/terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muh. Mario Said mengungkapkan, mulai pekan ini, pihaknya bersama kepolisian dan seluruh pihak terkait berencana mengembalikan arus lalu lintas Jalan Penghibur seperti sebelumnya.

“Mengembalikan arus lalu lintas Jalan Penghibur dari utara ke selatan menjadi selatan ke utara,” kata dia kepada pewarta, Jumat, 18 Oktober 2019.

Selain Jalan Penghibur, Mario mengatakan Jalan Haji Bau pun mengalami perubahan menjadi timur ke barat. Begitu pun dengan Jalan Lamadukelleng kembali dari utara ke selatan.

“Dan pada kawasan lainnya tentu akan kembali arahnya seperti pada arus lalu lintas Jalan Penghibur dan seluruh kawasan terkait pada Makassar saat dahulu,” ungkapnya.

Mario beralasan kebijakan tersebut mengakomodir harapan masyarakat untuk menunjang aktivitas masyarakat Kota Makassar. Dia menuturkan pengembalian arus lalu lintas pada sejumlah jalan telah melalui pertimbangan yang matang.

“Dengan melihat kondisi empirik di lapangan, seiring bertambahnya titik-titik kepadatan tentu juga menjadi salah satu pertimbangan berubahnya arus lalu lintas,” terangnya.

Namun, rencana pengembalian arus lalu lintas Jalan Penghibur dan kawasan terkait bakal diawali dengan simulasi (uji coba) terlebih dahulu.

Mario menilai hal itu pasti membawa dampak kondisi arus lalu lintas. Ia berharap masyarakat yang melintas perlahan dapat lebih cepat memahami dan mengetahui kondisi arus lalu lintas yang baru.

“Pro dan kontra tentu akan hadir dalam kebijakan ini,” paparnya.

Mario mengatakan, saat ini, pihaknya intens melakukan sosialiasi baik melalui media cetak, elektronik (online), maupun melalui media sosial.

Ia berharap sosialisasi tersebut membuat masyarakat lebih cepat beradaptasi pada kondisi terkini arus lalu lintas.

“Kapasitas jalan dewasa ini tidak berbanding lurus dengan volume kendaraan. Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia pun mengalami hal yang sama,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini