Terkini.id, Makassar – Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe menggelar konferensi pers kasus dugaan penistaan agama di Aula Polres Pelabuhan Makassar, Jumat 10 Juli 2020.
Kejadian ini berawal dari rekaman video seorang perempuan yang melempar dan hendak merobek kitab suci Alquran, viral di media sosial.
Tidak lama, Kapolda Sulsel memerintahkan Polres Pelabuhan untuk segera mengamankan terduga pelaku penista agama. Karena dianggap meresahkan warga Kota Makassar.
Kejadian ini sempat membuat geram sejumlah netizen. Khususnya umat muslim dan warga Kota Makassar.
“Terduga pelaku saat ini sementara kami periksa dan kasusnya sementara dalam tahap penyidikan,” kata Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam.
- Hari Lahir Pancasila: Pondasi Perjuangan Bagi Keisha Ratu Utami Menuju Paskibraka Nasional 2026
- Gimnastik Jadi Cara Ibu Dua Anak Ini Latih Kemandirian Anak di Era Gadget dan AI
- PT Vale Terus Perkuat Tata Kelola ESG, Skor Risiko Keberlanjutan Turun Hampir 20 Persen pada 2025
- Wali Kota Munafri: Makassar Half Marathon 2026 Hidupkan Pariwisata dan UMKM, Effect bagi PAD Kota
- PT Nindya Karya Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah di Proyek Sekolah Rakyat Takalar
“Ini bukan masalah umat, ini masalah personal dan ini akan diproses secara hukum oleh polisi,” ucap Ketua MUI Kota Makassar KH Baharuddin AS saat konferensi pers.
Kapolda Guntur berharap masyarakat tidak terpancing, ini masalah pribadi dan kasus ini tetap akan kita proses secara hukum,” kata Kapolda Guntur.
“Percayakan kepada kami, dalam waktu dekat kami akan serahkan ke jaksa penuntut umum dan tersangka akan diancam hukuman lima tahun penjara,” tutupnya.
Alasan Pelaku Lempar Alquran
Perempuan IN (40 tahun) mengaku, kejadian pelemparan Alquran terjadi karena dipicu rasa sakit hati. Tersangka selalu dituduh sebagai pelapor beberapa warga di sekitar tempat tinggalnya di Jalan Tentara Pelajar, Kota Makassar.
Perempuan IN mengaku kesal karena sering dituduh sebagai pelapor setiap ada kegiatan perjudian di sekitar tempat tinggalnya.
“Saya sangat menyesal, dan ini saya lakukan karena emosi ka selalu dituduh lapor-lapor polisi,” ucap tersangka IN.
“Saya emosi, saya emosi, saya lepas kontrol,” sambun IN dengan terisak-isak.
“Saya siap pertanggungjawabkan perbuatanku secara pribadi,” lanjutnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
