Terkini.id, Makassar – Mantan Bupati Sinjai, Andi Seto bersama istrinya meninjau kesehidupan Daeng Rani, seorang tukang bentor yang berlokasi di Jalan Yusuf Daeng Ngawi, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.
Berada di rumah berukuran 4×6 meter berlantai semen, Andi Seto sahur bersama dengan keluarga Daeng Rani. Ia juga tak segan bertanya tentang profesi Daeng Rani (70) dan anaknya, Anzar (44), serta cucunya, Al Nizar (15), yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya.
“Apa pekerjaanta Daeng?,” tanya Seto kepada Daeng Rani.
Keduanya menjawab dengan rendah hati,
“Kami berdua adalah tukang bentor, Pak, dengan penghasilan yang pas-pasan.”
Seto kemudian menanyakan tentang pendidikan Cucu daeng Rani, Al-Nizar dalam suasana yang terasa haru, Al-Nizar, cucu semata wayang Daeng Rani, menceritakan betapa ia harus berhenti sekolah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan.
- Dekranasda Gowa Pamerkan Produk Kriya dan UMKM Lokal di HUT Dekranas di TSM Makassar
- Bupati Husniah: LP2B Gowa Aman, Investor Kini Punya Ruang untuk Berkembang
- Wali Kota Munafri: Makassar Masuk 9 Besar Kota Toleran, Gerbang Moderasi Indonesia Jadi Penguat Kerukunan
- New Honda Vario eVO 160 Resmi Mengaspal di Sulsel, Harga Mulai Rp29,7 Juta
- Temu Pendidik Nusantara XIII Makassar--Gowa Hadirkan Ruang Berbagi Praktik Baik Ratusan Guru
Andi Seto, yang dikenal sebagai politisi yang peduli terhadap masyarakat kurang mampu, pun turut bertanya apakah keluarga Daeng Rani menerima bantuan dari pemerintah atau tidak.
Kehadiran Andi Seto dan istri di tengah keluarga tukang bentor tersebut menjadi momen yang sangat berkesan bagi mereka.
Terlihat keceriaan dan kehangatan saat mereka berbagi hidangan sahur bersama sambil bercengkrama dan tertawa bersama.
“Andi Seto tidak hanya memberikan bantuan kepada kami, tetapi juga datang dan berbagi saat-saat berharga seperti ini. Kami sangat terharu dan bersyukur atas kebaikan beliau,” ujar Ansar Anak dari keluarga tukang bentor tersebut.
Kehadiran Andi Seto dan istri di rumah tukang bentor tersebut juga menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli dan berbagi kepada sesama, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
Momen sahur bersama ini tidak hanya menguatkan tali persaudaraan antara Andi Seto, istri, dan keluarga tukang bentor, tetapi juga mengingatkan semua orang akan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama dalam situasi sulit seperti yang dialami oleh banyak keluarga di tengah pandemi saat ini.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
