Terkini.id, Jakarta – Budaya kerja ala startup akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat. Namun apakah benar culture startup lebih indah daripada tetangga sebelah ? Mari membahasnya bersama-sama.
Berbagai Budaya Kerja Ala Startup yang Harus Diketahui
Siap masuk ke dunia startup harus siap pula dengan pola dan risikonya. Berikut adalah beberapa budaya kerja yang lekat dengan perusahaan startup
Posisi yang Mudah Berubah
Meskipun di awal kamu diposisikan sebagai admin bisa saja dalam waktu dekat peranan kerja berubah menyesuaikan target yang diinginkan perusahaan.
- Usai PHK Ratusan Karyawan, CEO Ruang Guru Minta Maaf dan Akui Gagal
- Startup Lakukan PHK Massal Karyawan, Ini Penyebabnya!
- Puluhan Start-Up Indonesia Ikuti Roadshow Kemenparekraf di Makassar
- Viral Kisah Netizen Magang di Startup Dibayar Rp100 Ribu per Bulan, Resign Denda Rp500 Ribu
- Wow! Jeff Bezos Dikabarkan Investasi di Start Up Indonesia, Apa Untungnya?
Awal bergabung mungkin akan mengalami shock culture, namun perlahan akan memahami kalau perubahan posisi disesuaikan dengan terget perusahaan. Perubahan tersebut tentu memiliki tujuan khusus, ada target yang sudah dibentuk jadi setiap staff harus siap dan sebaiknya jangan menolak.
Fleksibilitas Jam Kerja
Bekerja di lingkungan StartUp tentunya berbeda dengan corporate. Biasanya tidak ada patokan jam khusus kapan saatnya untuk datang dan pulang.
Terkadang ada perusahaan yang menerapkan sistem non WFO. Anda bebas mau bekerja dimanapun, asalkan tanggung jawab tetap terselesaikan dengan baik. Semua demi efisiensi dan kecepatan meraih terget.
Suasana Lebih Santai
Kalau kamu lebih produktif saat bekerja di suasana santai startup cocok jadi tempat tujuan. Tentu saja ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para jobseker.
Nah kalau di startup layout ruangan lebih santai dan mengusung konsep ‘guyub rukun‘. Ada juga berbagai macam fasilitas kantor seperti kafe, tempat main game yang bisa digunakan untuk santai saat merasa sudah lelah dan butuh menepi sejenak.
Pelatihan Skill
Poin plus yang bisa didapatkan saat bekerja di StartUp adalah sering diadakan pelatihan skill bagi para staffnya. Tentu saja ini kesempatan bagus untuk upgrade skill ke tingkatan lebih tinggi.
Dengan meningkatknya kemampuan para staff, ketepatan, kecepatan dalam bekerja juga bisa lebih baik. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi kemajuan perusahaan.
Tanggung Jawab yang Sudah Jelas
Biasanya setiap divisi sudah ada leader yang akan membagi jobdesk. Dengan begitu tidak ada waktu terbuang sia-sia. Masing-masing sadar akan tanggung jawab pekerjaannya.
Dengan begitu tidak ada yang berani melalaikan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi tidak asal bekerja dan hanya berangkat untuk absen kehadiran saja. Setiap harinya harus ada report atas pekerjaan yang sudah mereka kerjakan.
Komunikasi Lebih Intens
Meskipun memiliki tanggung jawabnya masing-masing, namun jangan salah komunikasi dari para staff jauh lebih intens dan baik.
Karena adanya jembatan komunikasi yang kuat mereka jadi lebih peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal ini tentu membuat para karyawan baru juga jadi lebih cepat adaptasi.
Terdepan dalam Teknologi
Jika ingin bekerja di startup kamu juga harus selalu memperbarui informasi dan keterampilan di bidang teknologi. Jangan sampai gaptek atau gagap teknologi, karena nantinya hanya akan menghambat pekerjaanmu saja.
Saat merasa kesulitan memahami sesuatu lebih baik jangan sungkan untuk ditanyakan langsung. Setelah itu pelajari dengan bantuan dari Google dan media video dari platform lainnya. Hal ini akan memudahkanmu untuk menyesuaikan dengan ritme pekerjaan dari karyawan lainnya.
Nah itu dia beberapa culture atau budaya kerja ala startup. Sikapi dengan profesional dan penuh rasa tanggung jawab ya agar pekerjaan terasa menyenangkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
