Terkini.id, Jambi – Warga di Provinsi Jambi dikejutkan oleh fenomena langit yang berubah menjadi merah.
Mengapa bisa langit berubah menjadi warna merah? rupanya ini tidak terlepas dari peristiwa kebakaran hutan di sekitar daerah tersebut.
Warna merah tersebut diketahui terjadi karena pergerakan kabut asap dari titik api atau hotspot.
“Warna merah tersebut merupakan kabut asap yang bergerak dari hotspot yang ada di provinsi bagian selatan Provinsi Riau,” ujar Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo Soetarno seperti dilansir dari kompascom, Sabtu 21 September 2019 malam.
Titik Api yang Mengerikan
Tercatat, hotspot atau titip api di Riau mencapai hingga 360 titik yang muncul dan tersebar di berbagai daerah kabupaten di Jambi.
Sebaran titik api tersebut terlihat sangat mengerikan.
Dilansir dari VIVAnews, titik api tersebut muncul karena adanya faktor kebakaran hutan dan lahan sehingga membuat kabut asap yang saat ini terjadi di Jambi.
Titik api tersebut terlihat mengepung penduduk di berbagai desa khususnya di Kecamatan Kumpe, Kabupaten Muaro Jambi dan membuat langit hitam kemerahan karena kebakaran hutan.
Seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan bahwa kebakaran hutan dan lahan terbesar berada di Kabupaten Muaro Jambi.
“Jika dilihat dari hotspot pada tanggal 21 september 2019, 80 persen api dan kebakaran paling terbesar di kabupaten Muaro Jambi, yang saat ini masih terbakar,” ujarnya.
Dadang, warga Kumpe mengatakan sampai Minggu dinihari, 22 september 2019, kebakaran masih berlangsung dan kabut asap masih menyelimuti berbagai desa di Kecamatan kumpe.
“Kebakarannya masih, sampai tidur saya pun kurang karena asap masuk ke dalam rumah,” tuturnya pada VIVAnews, Minggu, 22 September 2019.
Begitu juga Rodhi warga Kumpe, ia menyebutkan sampai tidak bisa pergi ke tempat saudaranya karena kabut asap sangat pekat dan mengerikan di Kumpe.
“Malam tadi rencana ke tempat saudara. Tapi kebakaran hutan dan lahan di Kumpe sangat mengerikan,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
