Ini Strategi Adnan-Kio Atasi Kemiskinan dan Pengangguran di Tengah Pandemi Covid-19

Terkini.id — Pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang kesehatan, namun pandemi ini juga menyerang sektor ekonomi. Imbasnya angka kemiskinan dan pengangguran meningkat di mana-mana, tak terkecuali di Kabupaten Gowa. 

 

Olehnya itu, pasangan calon petahana bupati dan wakil bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Abdullah Rauf Malaganni Karaeng Kio (Adnan-Kio) memiliki strategi khusus untuk membangkitkan roda perekonomian di Kabupaten Gowa.

 

Mungkin Anda menyukai ini:

Salah satunya adalah, program Rumah Produktif yang merupakan sebuah unit pemberdayaan Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang nantinya ada di tiap-tiap kecamatan. 

Baca Juga: TP PKK Sulsel Siap Dukung Langkah Pemerintah Tekan Covid-19 dan...

 

Adnan menjelaskan, Rumah Produktif punya banyak peran yakni, pusat informasi bisnis dan akses keuangan, pusat informasi pasar, pusat informasi produk dan pusat layanan Konsultasi Bisnis dan Pelatihan kerja/vocation skill. 

 

Baca Juga: Viral, Ketua Satgas Covid-19 Ini Tak Gunakan Masker Saat Joget...

“Rumah Produktif memiliki berbagai fungsi, diantaranya sebagai pusat keunggulan (centre of excellence) dan konsultasi bisnis untuk menciptakan usaha baru dan pelaku usaha tersebut,” jelas Adnan melalui pers rilis, Minggu 8 November 2020.

 

Adnan mengaku, UMKM menjadi prioritas utama, karena pandemi covid-19 ini juga menghantam Kabupaten Gowa, membuat angka kemiskinan dan pengangguran diprediksi bakal naik tahun depan. 

 

Untuk itu, diperlukan penanganan serius dari pemerintah.

 

“Langkah strategis yang akan ditempuh oleh Adnan-Kio yakni akan fokus pada UMKM,”lanjut Adnan. 

 

Masyarakat yang tergabung dalam Rumah Produktif akan diberikan pendampingan. Mulai dari memilih bisnis yang akan dilakoni, pendampingan berupa konsultasi dengan para ahli. Bahkan bantuan modal usaha dan pemasarannya. 

 

“Kalau memang bagus akan diberikan bantuan. Sehingga mereka bisa berkembang dan ketika mereka berkembang, maka akan menyerap tenaga kerja. Semakin banyak UMKM yang berkembang, maka semakin banyak tenaga kerja, maka semakin mampu kita tekan angka kemiskinan dan pengangguran,” sambung Adnan. 

 

Semasa pasangan Adnan-Kio memimpin Gowa, angka kemiskinan dan pengangguran menurun. Adnan-Kio terbilang sukses menekan angka kemiskinan, dari 8,42 persen (2017) hingga kini berada di angka 7,53 persen (2019). Angka ini lebih rendah dari presentase kemiskinan di Sulawesi Selatan sebesar 8,69 persen.

 

Begitu juga untuk pengangguran terbuka. Dari yang sebelumnya berada di kisaran 7 persen (tahun 2017), kini menjadi 4,38 persen di tahun 2019. Namun, bagi Adnan-Kio, jika kembali diamanahkan memimpin Gowa, pengangguran dan kemiskinan tetap menjadi salah satu prioritas.

 

Namun karena di tahun ini pandemi Covid-19 melanda Gowa, banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan pendapatan.

 

“Meskipun data yang ada sekarang, sampai tahun ini kita bisa menurunkan angka pengangguran sampai di titik 7,43 persen dan angka pengangguran kita 4,38 persen, tetapi saya prediksi tahun depan angka kemiskinan dan angka pengangguran kita pasti akan naik karena adanya wabah covid-19,” demikian Adnan.

Bagikan