Terkini.id, Makassar – Politeknik Informatika Nasional (Polinas) Makassar
menggelar wisuda secara tatap muka atau luring, Kamis 5 November 2020.
Wisuda yang digelar di Ballroom Sandeq Hotel Claro Jalan AP Pettarani Makassar itu menerapkan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

Seluruh wisudawan, maupun anggota senat yang masuk ke Ballroom menjalani pengecekan kesehatan (suhu), pakai masker, jaga jarak.
Adapun mahadiswa Politeknik Informatika Nasional (Polinas) Makassar yang diwisuda adalah lulusan jenjang Diploma 3.
- Program PKM Kalla Institute-Politeknik Indonesia Perkuat Daya Saing Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
- Pegadaian Tanam 1.000 Mangrove di Untia Makassar, Wujudkan Investasi untuk Bumi dan Masa Depan
- Program Bebas Visa Sementara Ditawarkan Melalui Korea Tourism Seminar Makassar 2026
- Final SSIC 2026, BI dan Pemprov Sulsel Dorong Investasi Berkelanjutan
- Munafri-Aliyah Bersama Ribuan Warga Semarakkan Maulid Akbar Pesisir di Paotere
Wisuda berdasarkan rekomendasi LLDikti Wilayah IX Sulawesi No. 8565/LL/WS/2020, diikuti 280 lulusan dari tiga program studi yakni Program Studi Administrasi Bisnis, Prodi Manajemen Informatika, dan Prodi Administrasi Perkantoran.

Adapun tema wisuda tersebut adalah “Transformasi Institusi Pendidikan Di Era Post Truth, memadukan offline dan online, melalui aplikasi zoom live streaming di akun resmi Politeknik Informatika Nasional.
Direktur Polinas Makassar M Abduh Idris dalam sambutannya mengatakan, Polinas Makassar sebagai pendidikan vokasi di lingkungan LLDikti Wilayah IX Sulawesi Gorontalo, berusaha membantu pemerintah mewujudkan cita-cita bangsa.
“Polinas berusaha membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita bangasa. Visi Polinas Makassar yaitu menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan siap kerja dan berwirausaha,” jelas Abduh.

Abduh menjelaskan, Politeknik Informatika Nasional berharap dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan dan mengurangi jumlah pengangguran dalam lingkungan pendidikan dengan menghasilkan lulusan terdidik.
Lanjut Abduh Idris mengatakan, salah satu Indikator keberhasilan perguruan tinggi yang dijadikan acuan Kementerian Riset dan Teknologi, adalah melalui program Tracer Study, dengan masa tunggu paling lama enam bulan setelah wisuda.

“Sementara mahasiswa Politeknik Informatika Nasional Makassar, 21 persen telah ditempatkan bekerja di berbagai perusahaan sebelum menyelesaikan prosesi wisuda. Hal ini akan terus berlanjut melalui program penempatan kerja alumni Politeknik Informatika Nasional,” jelasnya.
Pada acara wisuda ini, Direktur Polinas Makassar juga menyerahkan penghargaan kepada enam wisudawan terbaik, serta bagi para dosen berprestasi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
