Insiden di Asrama Papua, 2 Prajurit TNI Cuma Dikenai Pasal Indisipliner, Mengapa?

Terkini.id, Jakarta – Kasus rasialisme yang terjadi di Asrama Papua Surabaya, berbuntut pada sanksi yang diberikan terhadap anggota TNI.

Dua orang prajurit TNI kini ditetapkan sebagai tersangka karena melakukan tindakan indisipliner terkait insiden di depan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, dua pekan lalu.

Juru Bicara Kodam Brawijaya, Letkol Imam Haryadi, mengungkapkan, tindakan dua anggota TNI itu di depan asrama mahasiswa Papua “tidak mencerminkan sebagai prajurit yang seharusnya mengedepankan komunikasi sosial yang persuasif”.

“Tentunya ini melampaui batasan kewenangannya, termasuk juga melampaui batas kewenangan yang seharusnya tidak dia lakukan,” terang Imam Haryadi seperti dilansir dari BBC News, Kamis 29 Agustus 2019.

Penetapan status tersangka dua anggota TNI tersebut berdasarkan hasil penyidikan internal POM TNI.

Menarik untuk Anda:

Juru Bicara Kodam Brawijaya, Letkol Imam Haryadi, mengatakan, tidak ada satu orang saksi yang melihat dua orang prajurit TNI itu melakukan dugaan rasialis di depan asrama Papua.

“Dua orang tersebut, dari video tersebut, (terlihat) emosional dan terlalu responsif. Mungkin terpancing situasi, responsnya berlebihan,” jelasnya.

“Nah itu yang patut diduga kita sangkakan melanggar pasal-pasal KHUPM (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer) pasal 103,” tambah Imam

Pihaknya juga terus melanjutkan proses penyidikan sebelum berkasnya diserahkan ke Pengadilan Militer dalam waktu dekat.

Tidak Ada Saksi, Tidak Kena Pasal Rasis

Ditanya terkait sangkaan tentang tuduhan melontarkan makian rasialis tidak dikenakan terhadap dua anggota TNI tersebut Imam balik bertanya: “Loh, memang siapa yang melihat mereka (melakukan makian) rasial?” ujar Imam, balik bertanya.

“Apakah ada yang melihat?”

Menurutnya, tidak ada satu orang saksi yang melihat mereka melakukan dugaan rasialis di depan asrama Papua saat tersebut.

Massa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua Sejawa-Bali melakukan aksi unjuk rasa damai di Depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin 19 Agustus 2019.

“Di video pendek pun tidak ada (bukti). Kita lihat bolak-balik (rekaman video), tidak jelas sumbernya (teriakan kata bernada rasial) dari mana,” ungkapnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sebelum Diciduk KPK, Edhy Prabowo Sempat Menyindir Susi Pudjiastuti

Habib Rizieq dan Penyelenggara Acara di Megamendung Berpotensi Jadi Tersangka

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar