Inspiratif, Satpam Bergaji Rp 900 Ribu per Bulan Ini Naik Haji Bersama Istri

Mansur (kanan). (merdekacom)

Terkini.id, Jakarta – Naik haji bukan cuma soal kemampuan uang, atau penghasilan yang besar. Tapi semangat yang besar. Khususnya semangat untuk menabung.

Semangat itulah yang dibawa Mansur, seorang satpam perumahan di Kabupaten Bangkalan untuk bisa naik haji.

Mansur cuma bergaji Rp 900 ribu sebulan. Warga Kampung Kejawanan, Kecamatan Socah ini nekat mendaftar haji tahun 2011. Tidak sendiri, Mansur juga mendaftarkan istrinya.

Dilansir dari merdeka.com, setiap kali terima gajian dari pengelola Perumahan Griya Abadi, uang gajian Mansur langsung disimpan ke tabungan naik haji.

Untuk kebutuhan dapur, bayaran sekolah juga aneka kebutuhan hidup lain keluarga ini bergantung dari hasil jualan jamu tradisional yang ditekuni istrinya sejak lama.

Jika semua kebutuhan primer itu tercukupi dan masih ada uang lebih dari penjualan jamu. Tanpa pikir panjang Mansur langsung menabungnya.

“Waktu mendaftar, setorannya per orang Rp 25 juta,” kenang Mansur.

Konsistensi pasutri ini berbuah manis. Delapan tahun kemudian, mereka bisa melunasi seluruh biaya perjalanan haji yang ditetapkan Rp 36,5 juta per orang.

“Kalau gak nabung, mau dapat uang dari mana,” ungkap Mansur.

KH Ali Cholil, seorang kiai termasyur punya tips ciamik bagaimana caranya menabung haji. Dia menyarankan orang-orang yang ingin naik haji untuk menabung dalam kaleng bekas.

Sebelum meletakkan uang dalam kaleng, pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengatakan, uang itu diniatkan sebagai tabungan haji. Tak ada nominal khusus di tabungan pembuka itu alias bisa berapa saja.

Tentu tak sekadar niat saja. Kiai Ali juga menyampaikan syarat lain. “Apa pun yang terjadi, apa pun kebutuhan yang datang, jangan pakai uang tabungan haji. Anggap tabungan itu tak pernah ada,” katanya.

Menurut dia, menabung haji memang penuh godaan dan cobaan, selalu saja ada kebutuhan mendesak. Bila berhasil melewati semua cobaan itu, tabungan dalam kaleng yang sedikit itu akan ‘memanggil teman-temannya’ hingga cukup buat ongkos naik haji.

Godaan itu pula juga dialami Mansur. Selalu muncul situasi mendesak yang membutuhkan uang banyak dan jumlah tabungan haji cukup menutupi kebutuhan itu. Namun, Mansur selalu menepis keinginan memakai uang tabungan haji dan mencari jalan lain untuk menutupinya.

“Alhamdulillah, saya dan istri, bisa berangkat tahun ini, minta doanya semoga menjadi haji mabrur,” kata dia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sinjai

Pemkab Sinjai Siap Bermitra Dengan KMS UNM

Terkini.id, Sinjai - Pengurus Kesatuan Mahasiswa Sinjai (KMS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan silaturahmi ke pemerintah Kabupaten Sinjai.Dalam silaturahmi tersebut membahas rencana pelantikan dan