Intip Keunikan Pasar Kuda di Jeneponto, Satu-satunya di Sulsel

Pasar Kuda
Pasar Kuda Tolo di Kabupaten Jeneponto, Sulsel. (Foto: terkini.id/Syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Ribuan kuda memadati Pasar Kuda Tolo di Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara Kabupaten Jeneponto. Pasar ini merupakan pasar unik yang ada di Kabupaten Jeneponto, bahkan di Sulawesi Selatan.

Pasar Kuda Tolo dibuka bagi masyarakat setiap hari Sabtu, mulai pukul 06.00-15.00 WITA. Di pasar ini, ribuan kuda dari berbagai pelosok di desa dan kelurahan di Jeneponto untuk diperjualbelikan.

Dari pantauan terkini.id, Sabtu, 31 Agustus 2019, ratusan pedagang kuda menawarkan masing-masing kudanya, yang harganya mulai dari Rp 8 juta hingga Rp 20 juta.

Harga yang tergolong murah tersebut menarik perhatian masyarakat sehingga mereka berbondong-bondong mendatangi pasar kuda itu.

“Saya hanya datang untuk nonton penjualan kuda disini, ramai sekali, teriakan-teriakan para pedagang yang menawarkan kudanya yang unik, siapa berani harganya tiga belas juta,” tutur Nurhasanah warga Kabupaten Bantaeng kepada terkini.id, menirukan cara pedagang menawarkan harga kudanya.

Bagi pembeli, selain bisa mendapatkan kuda berdasarkan pilihannya, Nurhasanah mengaku harga kuda di Pasar Kuda Tolo tergolong murah.

“Harganya lebih murah. Seekor kuda ada seharga Rp 6 juta, 7 juta, 8 juta, 10 juta, 13 juta dan yang paling mahal Rp 18 juta. Kuda terbesarmi kalau yang 8 juta,” kata Ramli Warga Desa Borongtala Kecamatan Tamalatea yang datang membeli kuda untuk pestanya.

Sementara tiu, bagi pedagang kuda, hewan itu laris seiring dengan semakin tingginya harga daging kuda di pasaran dan musim pesta.

“Sekarang harga kuda naik, harga naik karena daging di pasar naik, dan tiga bulan ini musim pesta, kalau harganya tergantung besarnya, yang paling kecil itu harganya Rp 6 juta ketas, rata-rata yang dijual ini harga Rp 13 juta dan 15 juta, yang termahal harga Rp 18 juta,” kata Daeng Liwang, pedagang asal kampung Balang Pasui, Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara.

Daeng liwang mengaku, kuda yang dijual rata-rata kuda dari luar Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kuda yang dijual ini dari Bima, Merauke dan Sumba, dan Sumba Barat,” ungkap Daeng Liwang.

Setiap kuda yang terjual diuruskan pengantar dan kartu hewan dengan membayar sebanyak Rp 35 ribu.

“Kuda yang terjual itu diambilkan surat pengantar untuk ambil kartu hewan di Petugas Peternakan Kecamatan (PPK),” tutur Daeng Liwang.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Jeneponto

Musim Kemarau, BPBD Jeneponto Lakukan Ini

Terkini.id,Jeneponto - Akibat kemarau panjang, Sejumlah Desa di beberapa Kecamatan di Kabupaten Jeneponto mengalami kekurangan air bersih.Untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,