Ir Habibie Razak: Insinyur Struktur Perlu Paham SNI Desain Gempa

Terkini.id, Jakarta – Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar Sidang Wawancara Teknis Calon Insinyur Profesional Madya (IPM) diselenggarakan via online zoom application, Rabu 27 Januari 2021.

Dalam kegiatan tersebur, BKS PII kembali memberikan mandat kepada tiga Majelis Penilai, Ir. Kayan Sutrisna, IPU, Ir. Wahyu Hendrastomo, IPU dan Ir. Habibie Razak, IPU., ACPE untuk mewawancarai setidaknya 15 calon IPM.

Ir. Habibie Razak dalam satu kesempatan mewawancarai satu kandidat, sekaligus memberikan masukan bahwa saat ini masih banyak Insinyur Struktur yang belum memahami sepenuhnya tata cara mendesain struktur menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait Desain Gempa.

Saat ini, kata Ir. Habibie, sudah ada SNI Gempa 1726: 2019 dan diwajibkan bagi Insinyur Struktur yang memiliki Ijin Praktik Keinsinyuran melakukan refreshment terkait standar desain gempa terbaru 2019 ini.

Mungkin Anda menyukai ini:

Menurutnya, kasus gempa di Sulawesi Barat menjadi bahan pembelajaran bahwa bangunan-bangunan atau struktur kita memang belum di-desain untuk tahan gempa di samping itu perencana yang melakukan desain atau perencanaan ini memang belum memiliki pengalaman yang mumpuni.

Baca Juga: Hadir di Sesi AER, Ir Habibie Razak: PII Punya 39...

“Saat ini Insinyur sudah memiliki UU 11/2014 terkait profesi keinsinyuran. UU ini mewajibkan bagi semua Insinyur untuk memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) untuk bisa melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia,” ungkap Ir. Habibie.

Tidak cukup hanya dengan itu, lanjutnya, di tingkat Pemerintah Provinsi, diharapkan sudah mengatur regulasi bahwa untuk mendapatkan IMB harus disertai dengan persyaratan dokumen teknis desain perencanaan bangunan yang sudah diverifikasi atau dicheck oleh seorang ahli struktur.

“Di Propinsi DKI dan Banten mereka sudah memiliki Tim Ahli Bangunan Gedung yang diSK-kan oleh Pemerintah Propinsi tadi. Bagaimana dengan propinsi lainnya?,” tutur Habibie Razak.

Baca Juga: Bahas Soal Energi, Ir Habibie Razak Didaulat Pembicara FGD DPR...

Sementara Ir. Ismail selaku Direktur Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Makassar juga menjadi salah satu kandidat yang diwawancarai oleh Majelis Penilai BKS PII di sesi wawancara teknis kali ini.

“Proyek Jalan Tol Layang merupakan extension dari jalan tol Seksi III yang baru dibangun dan akan diresmikan oleh Presiden RI dalam waktu dekat,” ujar Ir. Ismail.

Sesi wawancara teknis kandidat Insinyur BKS PII diselenggarakan setidaknya 4 kali dalam sebulan untuk melayani animo masyarakat Keinsinyuran di dalam mengikuti program sertifikasi Insinyur Profesional dan mendapatkan STRI sebagai syarat untuk melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia.

Bagikan