Makassar Terkini
Masuk

ISIS Berencana Rebut Afganistan, Akhirnya Taliban Disebut Minta Bantuan pada AS, Putus Asa?

Terkini.id, Internasional – Belum lama ini, para pejabat tinggi Taliban yang disebut putus asa dilaporkan telah meminta bantuan kepada AS alias Amerika Serikat.

Hal itu lantaran kelompok militan yang berafiliasi dengan ISIS berencana merebut Afganistan dari kepemimpinan mereka.

Menurut laporan seorang mantan pejabat tinggi Pentagon, permintaan bantuan tersebut datang di tengah aliansi informal yang berkembang antara pasukan Taliban dan AS di Kabul.

Pria bernama Michael Maloof itu rupanya telah memperingatkan bahwa ISIS-K sedang merencanakan untuk menggulingkan Taliban dan mengambil alih Afganistan.

Ia juga menambahkan bahwa ISIS-K mengirim pesan kepada Taliban setelah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul pada Kamis lalu, 26 Agustus 2021.

Korban tewas atas serangan bom di Bandara Kabul tersebut diketahui telah meningkat menjadi 170 yang di antaranya merupakan marinir AS.

Serangan bom di Bandara Kabul tersebut dianggapnya telah mendorong terbentuknya aliansi aneh dan informal antara Taliban dan AS di Afganistan.

“Taliban yang notabenenya merupakan musuh lama AS akan bekerja sama satu sama lain ketika Presiden Joe Biden meminta pasukannya untuk membalas dendam pada ISIS-K,” ujarnya, dikutip terkini.id dari Express via Pikiranrakyat pada Sabtu, 28 Agustus 2021.

Michael Maloof mengatakan bahwa serangan bom tersebut merupakan sesuatu yang sedang dikerjakan oleh ISIS.

“Mereka ingin memberi tahu Taliban, lihat Anda mungkin berpikir Anda menjalankan pemerintahan, tetapi kami sebenarnya yang bertanggung jawab,” lanjutnya.

“Ada keterputusan besar antara Taliban dan ISIS. Mereka tidak saling menyukai.”

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ISIS saat ini menganggap Taliban tidak akan mampu untuk memimpin Afganistan.

“ISIS memberi tahu Taliban ‘Anda tidak menjalankan negara ini, kami yang menjalankannya. Kami yang menjalankan negara ini atau akan segera’.”

Tak hanya itu, Michael Maloof juga memprediksi Taliban tidak akan mampu menahan serangan ISIS di Afganistan sehingga mereka harus membutuhkan bantuan AS.

“Taliban tidak akan mampu mengendalikan serangan ISIS terhadap kepentingan AS. Taliban lebih moderat dari ISIS. Taliban butuh pengakuan,” ungkapnya.

“Mereka sangat membutuhkan dana internasional. AS telah memotong 10 miliar dolar AS (Rp143 triliun) bantuan ke Afganistan. ISIS adalah musuh bersama bagi Taliban dan AS,” tandasnya.

Sebagai infromasi, ISIS-K adalah yang paling ekstrem dan kejam dari semua kelompok militan jihad di Afganistan.