Terkini.id, Kabul – Pejabat militer AS ungkap kemungkinan Taliban bisa kuasai sepenuhnya wilayah Afghanistan. Perwira tinggi militer Amerika Serikat (AS) secara mengejutkan mengungkapkan, pasca militer Amerika dan sekutunya mundur dari Afghanistan, kemungkinan Taliban bisa menguasai penuh wilayah tersebut.
Prediksi muram terkait situasi keamanan di Afghanistan itu diungkapkan Jenderal Mark A Milley yang merupakan Ketua Kepala Staf Gabungan AS dan sekutunya pada Rabu 21 Juli 2021.
Miley mengatakan, Taliban telah merebut ‘momentum strategis’ atas pasukan militer di Afghanistan yang mundur untuk memprioritaskan perlindungan kota-kota penting, termasuk Ibu Kota Kabul.
Komentar Jenderal Milley itu sekaligus menggambarkan laporan terkait tensi yang meningkat antara Taliban dan pemerintah yang sah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. Kendati demikian, ia tidak menyebut detail terkait kegentingan situasi yang dimanfaatkan Taliban itu.
“Ada kemungkinan Taliban mengambil wilayah (Afghanistan) sepenuhnya, atau kemungkinan sejumlah skenario lain,” beber Jenderal Milley seraya mengatakan tidak pernah berpikir ‘perang’ akan berakhir usai militer AS angkat kaki dari negara yang telah didudukinya selama 20 tahun itu.
- Taliban Desak Warga Afghanistan Ngungsi dan Tidak Ikut Campur Aksi Protes
- Heboh Kabar Sekolah Taliban di Jaksel, Netizen: Halo Menteri Nadiem
- Soal Wanita Wajib Pakai Burqa, Sekjen PBB Minta Taliban Menghormati Hak Perempuan
- Pengakuan Warga Afghanistan di Bawah Kekuasaan Taliban: Ramadhan Paling Buruk, Kami Kelaparan! Ibadah Tidak Damai ...
- Anies Baswedan Pamer JPOS, Netizen: Dia Munafik Taliban, Sampe Kiamat Gak Bakal Jadi Presiden!
Dilansir dari tribunnews.com, Kamis 22 Juli 2021, dilaporkan Taliban telah menguasai lebih 210 dari sekitar 420 distrik Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir.
Hal itu diungkapkan Jenderal Milley kepada wartawan dalam konferensi pers belum lama ini di Pentagon, Washington DC, AS.
Miley juga mengatakan, Taliban juga berhasil menekan setengah dari 34 pusat provinsi di negara itu dan bertujuan untuk mengisolasi Ibu Kota Kabul dan kota-kota besar lainnya.
“Momentum strategis tampaknya mirip dengan Taliban. Jelas ada narasi di luar sana, Taliban menang. Faktanya, mereka menyebarkan kemenangan yang tidak terelakkan atas nama mereka,” imbuhnya.
Kendati demikian, Jenderal Milley yang tampil bersama Menteri Pertahanan Lloyd J Austin III dalam konferensi pers bersama pertama mereka sejak 6 Mei 2021, berusaha meyakinkan pemerintah Afghanistan, AS akan terus memberikan bantuan kemanusiaan dan keamanan dari jauh.
Sekadar diketahui, semua pasukan Amerika telah meninggalkan Afghanistan, kecuali sekitar 650 tentara yang ditugaskan untuk menjaga Kedutaan Besar AS dan Bandara Kabul.
Baik Jenderal Milley dan Menteri Pertahanan Austin menempatkan tanggung jawab atas nasib negara itu pada warga Afghanistan dan para pemimpin mereka sendiri, bukan pada pemerintahan Joe Biden.
Austin menjelaskan, serangan udara AS setelah 31 Agustus 2021 yang merupakan batas waktu penarikan militer, akan diperuntukkan bagi Al Qaeda dan target teroris lainnya. Bukan pejuang Taliban yang menyerang pasukan Afghanistan.
“Ini akan menjadi ujian bagi kemauan dan kepemimpinan rakyat Afghanistan, pasukan keamanan Afghanistan dan pemerintah Afghanistan,” jelas Jenderal Milley.
Menanggapi serangan Taliban, ratusan tentara Afghanistan telah menyerah, menyerahkan peralatan yang dipasok AS dan melarikan diri ke ke negara-negara tetangga yang dianggap aman. Pasalnya, serangan balik pemerintah Afghanistan terhadap Taliban diklaim sangat terbatas dan tidak mumpuni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
