Terkini, Makassar – Ikatan Wanita Tionghoa Indonesia (IWATI) Sulawesi Selatan bersama Lions Club Makassar menggelar buka puasa bersama sekitar 200 warga pra-sejahtera di Restoran Runtono, Makassar, Selasa, 17 Maret 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Bakti Sosial Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Mengusung tema “Merajut Harmoni Persatuan dalam Keberagaman di Bulan Suci Ramadan”, kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga pra-sejahtera yang berasal dari berbagai latar profesi lapangan, seperti pemulung, petugas kebersihan, pengayuh becak, pengemudi bentor, ojek daring, juru parkir, kuli bangunan, hingga penyapu jalanan.
Suasana di pelataran Restoran Runtono tampak berbeda dari biasanya. Deretan becak, bentor, gerobak sampah milik pemulung, hingga sepeda motor para pengemudi ojek terparkir rapi di sepanjang jalan depan gedung.
Pemandangan itu menjadi simbol kuat kebersamaan dan semangat berbagi tanpa sekat sosial di bulan Ramadan.
Ketua Umum IWATI Sulsel, Wanni Horax, mengaku bahagia melihat antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan buka puasa bersama ini bukan sekadar agenda sosial, tetapi juga wujud ketulusan untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan.
- Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Volleyball Cup 2026 dengan Mengalahkan Korea Selatan
- Pesantren Madani Parmusi Dibangun di Tombolo Pao, Kemenag Gowa Pastikan Pendampingan Legalitas
- 32 Negara Resmi Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026, Berikut Jadwalnya
- Lukman B Kady Serap Aspirasi Warga Bontoala Saat Pengawasan APBD 2026
- Selain Dinas Perkimtan Gowa, Polisi Juga Usut Dugaan Korupsi Rehabilitasi Masjid Agung Syekh Yusuf
“Kami merasa sangat terhormat bisa berbagi kebahagiaan di sore yang berkah ini. Melalui hidangan berbuka, paket lebaran, dan angpao ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi,”tuturnya.
“Ini adalah bentuk ketulusan kami untuk merawat persaudaraan dan membuktikan bahwa kebersamaan kita jauh lebih kuat daripada perbedaan apa pun,” sambung Wanni Horax.
Menurut Wanni, Ramadan menjadi momentum penting untuk mempraktikkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap suasana kekeluargaan yang tercipta dalam kegiatan ini dapat terus terjaga di tengah masyarakat.
Sementara itu, menjelang azan magrib, Ustadz Muhammad Akib SAg menyampaikan tausiah yang menekankan pentingnya toleransi, moderasi beragama, dan ukhuwah kebangsaan.
Ia mengaitkan keteladanan Rasulullah SAW dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
