Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi terpilih menjadi pemimpin yang paling populer di kalangan warganet selama tahun 2021. Hal tersebut ditunjukkan dari riset yang dilakukan oleh PR Indonesia Group bekerja sama dengan perusahaan monitoring media, Kazee Digital Indonesia.
“Menteri Perdagangan berhasil mewujudkan reputasi positif kementerian dan pemerintah di mata publik,” tutur Founder dan CEO PR Indonesia Group Asmono Wikan, dalam keterangan tertulis.
Asmono menyebut Mendag Lutfi dianggap berhasil mewujudkan reputasi positif kementerian dan pemerintah era Kabinet Indonesia Maju, khususnya warganet atau kalangan pegiat media sosial.
Melansir Antara, Asmono juga menerangkan pengumpulan data dilakukan sejak 1 Januari hingga 30 September 2021 untuk mencari sosok pemimpin yang paling banyak mendapat eksposur positif di platform media sosial seperti Twitter, Instagram, dan Facebook.
Lebih lanjut, Asmono menyebut seluruh data dikumpulkan dan dianalisis secara kuantitatif oleh mesin yang berbasis artificial intelligence secara real-time.
- Hadapi Dampak El Nino, Menteri Perdagangan Siap Gelontorkan Bantuan Rp8 Triliun
- Menteri Perdagangan Upayakan Solusi untuk Pedagang Thrifting
- Mendag Batalkan Syarat Pembelian Minyak Goreng MinyaKita Pakai KTP
- Menteri Perdagangan Sebut Harga Kebutuhan Pokok di Sulsel di Bawah Rata-rata Nasional
- Menteri Perdagangan Jamin Harga Mie Instan Tidak Naik 3 Kali Lipat
“Penentuan pemenang didasarkan pada kuantitas ekspos perbincangan positif warganet, dengan mempertimbangkan konten pemberitaan yang dianalisis secara manual,” kata dia.
Adapun, Mendag Muhammad Lutfi menyatakan prestasi ini sebagai hadiah akhir tahun terbaik bagi jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) atas kinerja dan kerja kerasnya menjaga mandat Presiden Joko Widodo.
“Ini hadiah terbaik bagi seluruh pegawai dan pimpinan di Kemendag yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras menjaga tiga mandat Presiden Joko Widodo,” tutur Mendag Lutfi, dikutip Terkini.id via VOI, Selasa 14 Desember 2021.
Menurutnya, selama ini Kemendag melaksanakan tiga mandat Presiden Joko Widodo yakni menjaga stabilitas harga terutama inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat, membantu pelaku UMKM menembus pasar ekspor, serta meningkatkan ekspor melalui perjanjian perdagangan internasional.
Ia menambahkan selain terjadinya keamanan stok pangan dan stabilnya harga barang kebutuhan pokok, surplus neraca perdagangan terjadi berturut-turut.
Apalagi, lanjutnya, neraca perdagangan Indonesia kembali menorehkan sejarah, surplus perdagangan pada Oktober 2021 tercatat sebesar 5,73 miliar dolar AS. Secara kumulatif, surplus neraca perdagangan periode Januari-Oktober 2021 telah mencapai 30,81 miliar dolar AS.
“Nilai ini jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan terbesar sejak tahun 2012 atau sepanjang 10 tahun terakhir,” ujarnya.
Dijelaskan pula bahwa sektor perdagangan elektronik diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia tahun 2030 dengan kontribusi mencapai Rp1.908 triliun atau sekitar 33-34 persen daripada total ekonomi digital.
Pada 2020 ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi empat persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, pada 2030, PDB Indonesia diperkirakan tumbuh setidaknya 1,5 kali lipat dari Rp15.400 triliun menjadi setidaknya Rp24.000 triliun.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
