Terkini.id, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjadi buah bibir dikalangan masyarakat khususnya pengguna media sosial usai meminta maaf karena tidak bisa mengatasi mafia minyak goreng.
Warganet menyerukan kepada Mendag Lutfi untuk segera mundur dari jabatannya atau mau dipecat karena dianggap gagal dalam mengatasi permasalahan minyak goreng.
Sorotan warganet untuk Mendag Lutfi membanjiri lini masa media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Jumat 18 Maret 2022.
“Kalau ga bisa lawan sebiknya mengundurkan diri saja pak”, cuit warganet.
Selain itu, warganet menyinggug Mendag Lutfi dengan menyebut daya kuasa Menteri lebih besar daripada Mafia, tapi mengapa tidak bisa mengatasinya.
- Eks Mendag Lutfi Diperiksa Dalam Kasus Minyak Goreng, Kejagung : Untuk Memperkuat Pembuktian dan Melengkapi Berkas
- Chusnul Chotimah: Menteri BUMN sampai Presiden Jokowi Turun Tangan Urus Minyak Goreng, 'Mendag Lutfi Gunanya Apa'
- Mendag Ancam Pengusaha yang Langgar Larangan Ekspor Minyak Goreng, Netizen: Tangkap Proses dan Penjarakan
- Akhirnya! Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng, Ketua BPKN Dukung Penuh Kebijakannya
- Bahaya! Perusahaan Sawit Sponsori Penundaan Pemilu 2024, Masinton Pasaribu Sebut Anggarannya untuk Bayar Sidang MPR
“Seorang Menteri kan kuasanya lebih tinggi daripada mafia. Apa mau dipecat? Memalukan”, cuitnya lagi.

Seperti diketahui, Mendag Lutfi menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat karena tidak bisa mengontrol mafia minyak goreng hingga membuat rakyat harus kesusahan mendapatkan pasokan minyak goreng.
“Dengan permohonan maaf Kementerian Perdagangan tidak dapat mengontrik karena ini sifat rakus manusia dan jahat”, kata Mendag Lutfi, dikutip dari laman CNN Indonesia.
Mendag Lutfi juga mengatakan jika pihaknya memiliki keterbatasan wewenang dalam undang-undang untuk mengusut tuntas masalah mafia dan spekulan minyak goreng.
Olehnya itu, Mendag Lutfi meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri untuk mengusut tuntas mafia dan spekulan minyak goreng. Dia mengatakan jika kebijak yang bisa ia ambil hanya sebatas mengatur pasokan.
“Sementara ini kami punya datanya tapi datanya sedang diperiksa oleh polisi, oleh Satgas Pangan, tetapi keadaannya sudah menjadi sangat kritis dan ketegangan yang mendesak”, katanya lagi.
Dia meyakini jika ada mafia dan spekulan yang menimbun dan menyelundupkan minyak goreng, pasaknya minyak goreng yang sudah digelontorkan usai penetapan HET dan Domestic Market Obligation (DMO) seharusnya sudah mencukupi kebutuhan, tapi malah menjadi langka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
