Jakarta Tidak Dipersiapkan Sebagai Ibu Kota Negara, Ridwan Kamil : Yang Dipilih Adalah Bandung

Jakarta Tidak Dipersiapkan Sebagai Ibu Kota Negara, Ridwan Kamil : Yang Dipilih Adalah Bandung

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Saat menghadiri pertemuan bersama para tokoh sunda di Taman Hutan Raya, Bandung, Selasa, 25 Januari 2022, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut, Jakarta tidak di persiapkan sebagai ibu kota negara.

Berkaca dari sejarah, dia mengatakan ada tiga lokasi yang di survey untuk dijadikan lokasi, yakni Malang, Surabaya, dan Bandung.

Dengan segala perhitungan Bandung dipilih sebagai ibu kota negara.

“Saya baca sebenarnya di zaman kolonial Batavia itu tidak cocok jadi ibu kota. Saat ada pandemic namanya malaria yang mati itu ribuan. Jadi diputuskanlah oleh pemerintah colonial, memindahkan ibu kota disurvei di tiga lokasi Malang, Surabaya, Bandung. Yang dipilih adalah Bandung dengan segala perhitungan,” kata Emil, sapaan akrbanya. Dilansir dari Kompascom. Rabu, 26 Januari 2022.

Hal ini terbukti dengan mulai berpindahnya kantor pemerintahan hinga markas militer ke Bandung.

Baca Juga

“Pindahlah semua militer di Indonesia ngumpulnya di Bandung dan Cimahi. Pindahlah Kementerian Perhubungan, makanya PT KAI sampai sekarang kantor pusatnya di Bandung. Pindahlah kementerian ESDM makanya ada museum geologi,” tuturnya.

“Namun jepang keburu datang. Terputuslah ibu kota negara versi pemerintah colonial itu oleh takdir sejarah. Jadi Jakarta itu tidak pernah didesain sebagai ibu kota,” sambung kang Emil.

Intinya, kata Emil, pemerintah Indonesia belum punya ibu kota yang secara fundamental mewakili nilai kebangsaan.

Akibatnya, Jakarta berkembang menjadi mesin ekonomi dominan dan mengambil banyak peran besar.

“Jadi, Republik ini sebelumnya tidak pernah punya sejarah mendesain ibu kotanya yang benar fundamental dan mewakili semua nilai kebangsaan, itu belum pernah ada di Jakarta. Akibatnya apa Jakarta mengambil semua peran sebagai kota bisnis, kota pemerintahan, kota pendidikan,” tuturnya.

Karena terlalu vital roda pemerintahan dan ekonomi bertumpu di Jakarta. Maka, segala bentuk gejolak di Jakarta bisa beresiko melumpuhkan aktivitas keduanya dengan mudah.

“Makanya ada yang nanya melumpuhkan Jakarta mah oleh sebuah demo politik ekonomi,” ungkap Emil.

Menyinggung soal rencana kepindahan ibu kota negara, Emil menilai usulan itu sudah datang sejak zaman Presiden Soekarno.

“Bung Karno menghitung Kalimantan jadi ide ini sudah datang lama. Cuma Bung Karno memilihnya Palangkaraya. Di mana di Kalimantan tidak ada gunung berapi jauh dari laut sehingga pada teori pertahanan kalau ada negara nyerang dari laut pasti jauh kira-kira akhirnya diputuskan sekarang mungkin ada pertimbangan lain,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.