Makassar Terkini
Masuk

Jamiluddin Ritonga: Puan Seandainya Berpasangan Dengan Anies Pun Tak Akan Mampu Mengajak Cebong Mendukung Anies

Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik M. Jamiluddin Ritonga menyebutkan bahwa wacana duet Puan Maharani dan Anies Baswedan untuk maju dalam pemilihan Capres dan Cawapres pada Pilpres 2024 akan sulit terwujud.

“Peluang duet ini tampaknya sulit untuk diwujudkan. Ada dua penyebab utamanya,” ujar Jamiluddin Ritonga yang dilansir dari Sindonews, Rabu 13 Juli 2022.

Penyebab yang pertama menurut Jamiluddin Ritonga adalah keduanya ingin jadi Presiden. Puan dan Anies sepertinya tidak dalam perburuan untuk menjadi wakil presiden.

Dengan elektabilitas yang cukup stabil di tiga besar. Anies merasa layak untuk menjadi capres.

“Karena itu, tak sepantasnya ia menjadi cawapresnya Puan yang kapasitas dan elektabilitasnya di bawah Anies,” ungkap Jamiluddin Ritonga.

Di lain sisi, Puan yang menjadi kader PDIP pemenang Pileg 2019 juga merasa berhak untuk menjadi capres.

Menurutnya lagi, Anies yang tidak memiliki perahu politik hanya pantas menjadi cawapres.

Penyebab yang kedua adalah adanya perbedaan dari faktor pendukung Puan dan Anies. Anies didukung oleh kalangan religious dan terdidik yang bertolak belakang dengan Puan.

Sementara Puan didukung oleh kalangan nasionalis yang juga berebrangan dengan Anies.

“Jadi, pendukung Anies dan Puan yang sama-sama fanatic tampaknya sulit dipersatukan. Mereka ini tampaknya emang tidak menginginkan duet itu diusung pada Pilpres 2024,” lanjutnya.

Oleh karena itu menutur Jamiluddin, duet ini sangat sulit untuk dipersatukan mengingat perseteruan para pendukung mereka.

Apalagi menuurt Jamiluddin, Puan adalah sosok yang tidak dihormati oleh kalangan cebong.

“Karena itu, Puan seandainya berpasangan dengan Anies pun tak akan mampu mengajak cebong untuk mendukung Anies,” tuturnya.

Jamiluddin pun menilai bahwa wacana duet Puan dan Anies ini harus dihapuskan. Jika benar dipaksakan makan peluang untuk menang sangat kecil karena kedua pendukung saling bersebrangan.

“Jadi lebih baik Anies menjadi capres yang diusung partai lain. Puan pun menjadi capres dengan PDIP sebagai pengusung utama. Biarkan mereka berlaga biar rakyat yang memilihnya,” tandasnya.