Terkini, Jeneponto – Di bawah teriknya sinar matahari yang menyengat di siang hari, hingga di balik remang cahaya lampu penerang di malam hari, semangat kerja para personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1425/Jeneponto tak pernah surut. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, menjadikan waktu sebagai sahabat dalam perjuangan mewujudkan akses jalan yang telah lama dinantikan warga Desa Arungkeke Pallantikang, Kecamatan Arungkeke.
Target pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.100 meter yang harus rampung sebelum 22 Mei 2026 menjadi pendorong utama bagi mereka untuk bekerja siang hingga larut malam. Bagi para prajurit dan warga yang bergotong royong di lokasi, tenggat waktu itu bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan janji yang harus ditepati, bukti pengabdian yang harus dibuktikan, dan harapan yang harus segera diwujudkan.
Dari Siang yang Terik Hingga Malam yang Sunyi
Pagi hari, pekerjaan sudah dimulai saat mentari baru saja mengintip dari ufuk timur. Suara mesin pengaduk semen, bunyi sekop yang memecah tanah, serta teriakan semangat antar pekerja memecah keheningan desa. Seiring berjalannya waktu, panas matahari yang semakin menyengat tak menjadi penghalang. Seragam loreng yang dikenakan semakin kusam oleh debu dan lumpur, pakaian yang basah oleh keringat tak lagi diperhatikan, karena yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana menyelesaikan setiap bagian jalan yang dikerjakan dengan sebaik-baiknya.
Saat matahari terbenam dan kegelapan mulai menyelimuti wilayah kerja, pekerjaan tak serta-merta berhenti. Lampu-lampu penerang segera dipasang, menerangi lokasi pembangunan yang kini berubah menjadi tempat kerja yang tetap sibuk. Di bawah cahaya buatan itu, aktivitas berjalan dengan ritme yang sama cepatnya seperti saat siang hari. Ada yang terus mengaduk adukan beton, ada yang meratakan permukaan jalan, dan ada pula yang memastikan setiap bagian konstruksi terpasang dengan kuat dan rapi.

- Investor Asal Jerman Siap Bangun PLTB 100 MW di Sidrap, Bupati: Ini Peluang Besar
- Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel Siap Kawal Sengketa Lahan Warga Pinrang ke DPR RI
- Percepat Penurunan Stunting, Wakil Bupati Sidrap dan TP PKK Intensifkan PMT Berbasis Pangan Lokal
- Pelayanan Poliklinik Eksekutif RSUP Makassar Dikeluhkan Lamban dan Kurang Profesional
- Bupati Sidrap Serahkan Kunci Rumah Kepada Ibu Idawa
“Kami sadar waktu yang tersisa tidak banyak, sementara pekerjaan yang harus diselesaikan masih panjang. Maka dari itu, kami sepakat untuk memperpanjang jam kerja. Siang kami gunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan pencahayaan alami dan tenaga besar, sedangkan malam hari kami manfaatkan untuk menyelesaikan bagian-bagian yang masih bisa dikerjakan dengan bantuan lampu,” ujar salah satu anggota Satgas yang terlihat masih sibuk bekerja meski jam sudah menunjukkan pukul 21.00 Wita malam. Rabu, 6 Mei 2026.
Kerja Keras Demi Manfaat yang Lebih Cepat Dirasakan
Keputusan untuk bekerja hingga larut malam bukan tanpa alasan. Selain mengejar tenggat waktu yang telah ditetapkan, langkah ini juga diambil agar manfaat jalan tersebut bisa segera dinikmati oleh masyarakat. Selama ini, kondisi jalan yang masih berupa tanah seringkali menyulitkan warga, terutama saat musim hujan di mana permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur, menyulitkan akses transportasi hasil pertanian maupun perjalanan sehari-hari.
“Kami tahu betapa pentingnya jalan ini bagi mereka. Kalau bisa selesai lebih cepat, berarti mereka juga bisa lebih cepat merasakan kemudahan. Inilah yang membuat kami bersemangat. Lelah itu pasti ada, tapi melihat antusiasme warga yang ikut membantu dan senyum harapan yang terlihat di wajah mereka, semua rasa lelah itu hilang begitu saja,” tambahnya.
Bukan hanya prajurit yang bekerja keras, warga setempat pun ikut terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan. Mereka bergantian membantu, baik di siang hari maupun saat malam tiba. Kebersamaan yang terjalin ini menciptakan suasana kerja yang hangat dan penuh kekeluargaan, seolah memupus jarak antara TNI dan rakyat.
Kualitas Tetap Menjadi Utama
Meski bekerja dengan waktu yang padat dan jam kerja yang diperpanjang, Dansatgas TMMD ke-128, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, menegaskan bahwa aspek kualitas tidak pernah dikorbankan demi kecepatan. Ia menekankan bahwa jalan yang dibangun harus kuat, tahan lama, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, karena akan digunakan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

“Kami bekerja cepat, tapi tetap hati-hati. Setiap tahapan pekerjaan kami awasi dengan ketat. Kami tidak ingin nantinya jalan ini cepat rusak hanya karena kami terburu-buru. Kecepatan itu penting, tapi kualitas jauh lebih penting. Kami pastikan apa yang kami bangun ini benar-benar bermanfaat dan awet digunakan,” tegasnya.
Hingga saat ini, progres pembangunan terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berkat kerja keras siang dan malam, target penyelesaian sebelum 22 Mei 2026 diyakini dapat tercapai bahkan berpotensi selesai lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan.
Jejak Pengabdian yang Tak Terlupakan
Saat lampu penerang mulai diredupkan dan pekerjaan hari itu diakhiri, para pekerja kembali ke tempat istirahat masing-masing dengan perasaan puas. Di belakang mereka, terbentang bagian jalan yang sudah jadi sebagai bukti nyata dari usaha yang telah dicurahkan.
Setiap butir keringat yang jatuh, setiap tenaga yang dikeluarkan, dan setiap waktu yang disisihkan menjadi bagian dari kisah pengabdian yang tak akan terlupakan. Bagi Satgas TMMD ke-128, pekerjaan ini bukan sekadar tugas yang harus diselesaikan, melainkan wujud nyata dari semboyan TNI: Rakyat adalah Mitra Kerja, Rakyat adalah Keluarga Sendiri.
Dan saat jalan rabat beton ini nantinya selesai sepenuhnya, ia tak hanya akan menjadi penghubung antar wilayah, tetapi juga menjadi saksi bisu bagaimana kerja keras dan kebersamaan mampu mengubah kesulitan menjadi kemudahan, serta harapan menjadi kenyataan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
