Terkini.id, Jakarta – Kesepian adalah kondisi yang ternyata tak boleh dianggap sepele lantaran dapat meningkatkan risiko kematian dini.
Namun, perlu diketahui bahwa kesepian berbeda dengan menyendiri, ya. Menyendiri terkadang dapat bermanfaat bagi kesehatan, tetapi kesepian justru sebaliknya.
Sebagai informasi, merasa kesepian tidak berarti harus selalu berada di lingkungan yang sepi dan jauh dari orang lain.
Berada di kerumunan banyak orang pun dapat membuat seseorang tetap mengalami yang namanya kesepian di mana mereka merasa hampa.
Jika dibiarkan, kesepian yang berlangsung berlarut-larut dan kronis bisa berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa meningkatkan risiko kematian dini.
Dilansir terkini.id dari Klikdokter pada Senin, 21 Juni 2021, pindah ke lingkungan baru, kultur baru, atau tempat asing dapat membuat seseorang mengalami kesepian.
Selain itu, banyak faktor lain yang bisa membuat seseorang mengalami kesepian, seperti misalnya ditinggal orang terkasih, dikucilkan dari pergaulan, dan masih banyak lagi.
Menurut penelitian yang dipublikasikan di Indian Journal of Psychiatry pada tahun 2013, disebutkan bahwa kesepian sama berbahayanya seperti merokok 15 batang sehari.
Dalam penelitian tersebut, dilaporkan bahwa orang yang kesepian berisiko 50 persen lebih tinggi untuk mengalami kematian dini bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki hubungan sosial baik.
Terdapat beberapa alasan mengapa kesepian dapat menyebabkan kematian dini. Apa saja?
Pertama, kesepian kronis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko mengalami berbagai penyakit.
Selain itu, kesepian juga meningkatkan risiko peradangan di tubuh dan dapat berujung pada penyakit kronis.
Hasil riset lain yang dilakukan oleh Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat, juga menyatakan hal yang sama.
Pada riset tersebut dilaporkan bahwa kesepian dapat meningkatan risiko kematian lebih cepat.
Pada studi yang melibatkan hampir 3,4 juta paritisipan itu, dilaporkan bahwa kesepian atau menarik diri dari lingkungan sosial dapat meningkatkan risiko kematian dini hingga 30 persen.
Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan faktor lainnya, seperti obesitas, polusi udara, atau jarang berolahraga.
Sementara itu, partisipan dengan hubungan sosial yang baik memiliki angka harapan hidup lebih tinggi sebesar 50 persen.
Tak hanya itu, kesepian juga dapat berakibat fatal bagi jantung. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal JAMA Internal Medicine, risiko penyakit jantung atau stroke meningkat hingga tiga kali lipat pada tiga bulan pertama setelah kematian orang yang disayangi.
Para peneliti juga menemukan bahwa terdapat peningkatan risiko kematian 25 persen lebih tinggi dalam periode satu tahun setelah ditinggal orang yang disayangi pada pasangan lanjut usia, dengan puncaknya adalah pada tiga bulan pertama.
Rasa nyeri atau pedih yang dilami tersebut dapat menyebabkan darah mengalir ke area otak yang ‘bertanggung jawab’ untuk menghasilkan nyeri fisik.
Jika terus dibiarkan, kesepian juga dapat memicu terjadinya gangguan kejiwaan, mulai dari depresi, gangguan kecemasan sosial, gangguan makan, dan juga hoarder alias penimbun barang.
Seperti dilansir oleh Mayo Clinic di Amerika Serikat, memiliki dukungan sosial dan hubungan sosial yang baik dengan orang lain sangat penting, terutama ketika sedang mengalami masalah.
Lalu menurut studi yang dilakukan oleh Duke University Medical Center, mereka melaporkan bahwa orang yang kesepian, depresi, dan terisolasi dari lingkungan sosial memiliki risiko 3-5 kali lebih tinggi mengalami kematian dini dibandingkan orang dengan dukungan lingkungan sosial yang baik.
Dalam era di mana seseorang bisa memiliki ratusan bahkan ribuan teman di media sosial, hal tersebut tidak dapat menyembuhkan perasaan kesepian seseorang yang malah bisa berujung pada peningkatan risiko kematian dini.
Ingatlah, memiliki seorang sahabat tempat berbagi tentu jauh lebih penting dibandingkan memiliki ribuan teman virtual di media sosial.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
