Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menjelaskan secara tidak langsung bahwa perlunya publik tidak mengikuti Wahabi. Menurutnya, sekelas negara Arab Saudi saja sudah berani meninggalkan ajaran Wahabi, Indonesia seharusnya belajar dari situ.
Menurut Eko, jumlah muslim dengan aliran Wahabi hanya sedikit, yaitu kisaran 5 persen saja. Dan sebagian besarnya berada di Arab Saudi.
Pada tahun 1980-an, Arab Saudi menjadi negara makmur sebab diberikan sumber daya alam berupa minyak bumi yang melimpah. Dengan kekayaan tersebut, Arab Saudi berani mengucurkan dana ke Indonesia untuk diperkenalkan secara massif.
“Jumlah muslim Wahabi di dunia itu hanya 5%. Sebagian besar di Saudi. Tahun 1980-an bom minyak. Saudi kaya. Ngucurin duit ke Indonesia memasarkan Wahabi,” ujar Eko Kuntadhi melalui akun Twitternya @_ekokuntadhi pada Kamis 17 Februari 2022.
Namun, kata Eko, masa kejayaan dan kekayaan Arab Saudi berada di ujung jalan. Akhirnya, Arab Saudi memutuskan untuk meninggalkan Wahabi sebab persediaan keuangan negara juga semakin menipis.
- Sinergi Kemenhaj dan Imigrasi Perkuat Pengawasan Cegah Haji Ilegal Jelang Haji 2026
- Gubernur Sulsel: Buka Puasa Bersama Kerajaan Arab Saudi Wujud Kepedulian untuk Umat Muslim
- Prabowo Diusulkan Bentuk Kementerian Haji dan Umrah, AMPHURI: Di Arab Saudi Sudah Lama Ada
- Kisah Blunder dan Penalti Gagal: Indonesia Raih Hasil Imbang Kontra Arab Saudi
- KJRI Jeddah Sebut 34 WNI Telah Dideportasi dari Arab Saudi
“Kini Saudi sedang lara. Duitnya cekak. Mrk gak mau terus bodoh. Ninggalin Wahabi,” ujar Eko menerangkan.
Anehnya, kata Eko, saat negara sekelas Arab Saudi saja telah meninggalkan Wahabi, masyarakat Indonesia justru ikut-ikutan mengikuti ajaran Wahabi. Dalam kacamata Eko, itu merupakan sebuah kebodohan.
“Kita malah ikut2an kebodohan mereka,” tegas Eko.
Sebagai informasi, Arab Saudi saat ini memang mengalami arah reformasi dalam beragama. Sejak pengangkatan Muhammad bin Salman (MBS) sebagai putra mahkota pada 2017 lalu, telah banyak pendakwah berhaluan Wahabi ditangkap.
Teranyar, Sheikh Abdullah Basfar, salah satu qari’ ternama dan guru besar pada jurusan Syariah dan Studi Islam di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, ditangkap.
MBS saat ini tengah gencar mendeklarasikan jalan moderasi Islam. Karena itu ia tidak memberikan ampun bagi siapapun yang ditenggarai dapat mengganggu jalannya dalam mereformasi paham keagamaan di Arab Saudi.
Padahal, Wahabisme sebelumnya telah menjadi ideologi Arab Saudi sejak awal berdirinya pada 1932. Sepanjang sejarah, kaum elite Arab Saudi mendapat sokongan ideologis dari para ulama tersebut.
Namun persoalannya, zaman berubah, sehingga mau tidak mau harus ada penyesuaian dengan perkembangan zaman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
