Terkini.id, Jakarta – Danu yang merupakan sepupu korban Amalia Mustika Ratu akhirnya baru jujur sekarang dan mengungkap kesaksiannya ke publik terkait pembunuhan sadis di Subang.
Namun, rupanya kesaksian Danu itu justru tampak berlawanan dengan pengakuan Yosef sebelumnya, yang mana tentu saja janggal karena tak sesuai kisah Yosef sehingga tak diketahui mana yang benar.
Danu membeberkan semuanya, mulai dari kronologi kejadian versinya, akses rumah, puntung rokok, hingga jaket dengan bercak darah milik Yosef.
Sebagai informasi, Danu sebelumnya diperiksa oleh polisi sebanyak tujuh kali, bahkan sampai pernah menginap di Polres Subang selama tiga hari dua malam.
Nah, kini ‘terbebas’, Danu kemudian diwawancarai terkait kasus pembunuhan Subang, yang mana video tersebut diunggah di kanal YouTube Yuherda Production pada 19 September 2021 lalu.
- Kasus Subang Lama Terungkap, Kini Kejanggalan Mulai Terkuak, Ada Oknum Polisi Terlibat? Danu Sempat Foto Sosoknya
- Sopir Angkot 'Kunci' Baru Subang? Sempat Marahi Pengemudi Alphard yang Diduga Yosef, Saksi: Kaca Terbuka Setengah
- Ahli Gaib Ungkap Pelaku Subang, Sebut Lokasinya di Jawa Barat dan Bukan Keluarga tapi Kenal Korban
- Takut Yosef Dibui, Istri Muda Nangis Memohon ke Publik: Nanti Gak Ada yang Nafkahin Saya, Anak, dan Saudara
- Dari Puntung Rokok hingga Digigit Anjing Pelacak Dua Kali, Dugaan Pembunuhan Subang Mengarah ke Danu?
Dilansir terkini.id via Pikiranrakyat, Jumat, 24 September 2021, pada wawancara tersebut, Danu mengaku bahwa pada saat kejadian pembunuhan, ia sedang tidur di rumahnya.
Kemudian Danu dibangunkan oleh ibunya lantaran sang ibu mendapat kabar dari Yosef bahwa rumah berantakan dan Tuti serta Amalia diculik.
Mendengar kabar tersebut, Danu pun langsung bergegas pergi ke rumah Tuti dan Amalia untuk memastikan.
Saat Danu sampai, sudah ada Yosef dan warga sekitar yang berkerumun di rumah Tuti dan Amalia.
Ia kemudian masuk ke dalam rumah TKP untuk melihat kondisi apakah benar bahwa rumah tersebut berantakan seperti yang dikatakan Yosef sebelumnya.
Ketika Danu masuk ke dalam salah satu kamar di rumah itu, ternyata kondisinya memang berantakan.
Tak hanya itu, juga terdapat bercak darah di lantainya yang mana membuat Danu bergegas keluar dari rumah tersebut.
Namun, tak hanya Danu, Yosef juga ikut masuk ke dalam rumah untuk mengecek keadaan rumahnya.
Danu kemudian diberitahu oleh warga bahwa Tuti dan Amalia tewas di dalam bagasi mobil Alphard milik korban.
Mendengar itu, ia kemudian menangis histeris dan ditenangkan oleh Pak Wahyu yang merupakan Kepala Sekolah dari Yayasan yang dinaungi oleh Yosef.
Terakhir kali Danu bertemu korban, yaitu pada 17 Agustus 2021 atau sehari sebelum kejadian pembunuhan keji itu terjadi.
Danu bertemu kedua korban di rumah Yoris ketika sedang ngeliwet bareng, yang dimulai sekitar pukul 13.30 WIB.
Pagi harinya sekitar jam 11.00 WIB, Danu sempat mampir ke rumah Tuti dan Amalia karena ada keperluan, yaitu meminta uang kepada korban dikarenakan disuruh oleh Yoris untuk membeli double tip.
Double tip itu sendiri akan digunakan untuk memperbaiki plat nomor motor XMax milik Yoris, kakak Amalia.
Saat ke rumah TKP, Danu hanya meminta uang kepada korban, tidak merokok atau pun tidak makan terlebih dahulu.
Nah, setelah minta uang senilai Rp100.000, Danu langsung bergegas membeli double tip tersebut di Tokma.
Soal Akses Rumah, Danu Bantah Pengakuan Yosef
Selain itu, Danu juga menceritakan mengenai akses rumah yang selama ini dibicarakan oleh Yosef.
Seperti diketahui, Yosef sempat berkata bahwa Danu memiliki akses keluar-masuk rumah secara bebas.
Berlawanan dengan pengakuan Yosef, hal itu kemudian dibantah keras oleh Danu. Ia mengaku tidak memiliki kunci rumah Tuti dan Amalia sehingga tak punya akses bebas keluar-masuk.
Apabila Danu hendak ke rumah korban, ia mengaku pasti menghubungi Tuti dan Amalia dulu untuk mengabari akan ke sana.
Danu mengaku tidak pernah datang ke rumah korban secara tiba-tiba karena pasti memberi kabar terlebih dahulu.
Namun, di sisi lain, Yosef juga sempat berkata bahwa Danu sering datang ke rumah Tuti dan Amalia tanpa alasan yang jelas.
Hal itu kemudian dibantah lagi oleh Danu, ia mengatakan bahwa ia datang ke rumah korban apabila ada keperluan saja.
Misalnya saja jikalalu dirinya disuruh oleh Yoris untuk mencetak laporan atau jika korban menyuruhnya untuk membeli sesuatu.
Nah, jika tidak ada keperluan, Danu bersikeras mengaku tidak pernah berkunjung ke rumah Tuti dan Amalia.
Danu sendiri katanya hanya memiliki kunci SMK, tidak memiliki kunci rumah TKP. Sebagai informasi, SMK itu sendiri adalah sebuah sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan yang dimiliki oleh Yosef.
Yosef Datangi Rumah Danu
Tak hanya itu, dalam wawancaranya di kanal YouTube Heri Susanto pada 20 September 2021, terdapat bahasan yang tidak dijelaskan oleh Danu ketika diwawancara oleh Yuherda Production.
Apa itu? Yaitu bahwa sebelum melapor ke Polsek Jalancagak, Yosef menghampiri rumah Danu terlebih dahulu untuk memberi kabar.
Yosef memberi kabar kepada ibunya Danu bahwa Tuti dan Amalia diculik, kemudian sang ibu langsung bergegas membangunkan Danu.
Danu pun langsung pergi ke TKP di mana Yosef sudah berada di sana bersama para warga.
Selain itu, Danu mengaku bahwa pada saat Yosef mampir ke rumahnya, ia tampak mengenakan jaket.
Namun, pada saat di TKP, Yosef terlihat melepas jaket tersebut dan disimpan di kursi teras rumah.
Kemudian terkait helm warna merah yang ditemukan di TKP, Danu mengaku bahwa itu bukan miliknya.
Ia mengatakan bahwa helm yang dirinya miliki berwarna putih. Sementara itu, untuk ponsel miliknya juga sekarang sudah dikembalikan.
Seperti diketahui, sebelumnya ponsel Danu sempat ditahan oleh pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan.
Namun, untuk motor miliknya, yaitu motor Vega ZR berwarna hitam masih ditahan oleh pihak kepolisian.
Demikian pengakuan dari Danu terkait kasus pembunuhan sadis kepada Tuti dan Amalia di Subang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
