Jayapura Tergenang Banjir, Walhi: Ini Banjir Terbesar Delapan Tahun Terakhir

Jayapura Tergenang Banjir, Walhi: Ini Banjir Terbesar Delapan Tahun Terakhir

R
Intan Zuhrotun
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta –  Banjir yang melanda Jayapura, Papua saat ini dicatat sebagai banjir terbesar selama delapan tahun terakhir oleh Walhi (Wahana Lingkungan Hidup). Banjir dengan ketinggian 3 meter ini tak hanya merendam sejumlah kawasan di Jayapura, namun juga telah menewaskan korban lebih dari 5 orang.

Menurut Walhi pemicu utama dari banjir tersebut adalah alih fungsi lahan daerah resapan air. Uli Arta Siagian selaku Pengkampanye Hutan dan Kebun Walhi berkata bahwa sebagian besar daerah resapan air telah berubah fungsi menjadi perumahan, tambang galian C, pertokoan, serta pembangunan sejumlah infrastruktur lainnya.

“Banjir kali ini terbesar setidaknya 7 hingga 8 tahun terakhir. Penyebab utamanya adalah alih fungsi kawasan yang selama ini berfungsi sebagai daerah resapan air,” ungkap Uli.

Uli juga berkata bahwa banjir kali ini juga disebabkan oleh pembangunan drainase yang kurang maksimal. Maka tak heran jika air tersumbat dan kemudian meluap. Tak hanya itu, berdasarkan penialaian Uli, pemerintah Papua belum memiliki perspektif mitigasi dan adapatasi bencana yang baik.

“Pemerintah Papua belum memiliki persepektif dan adaptasi bencara serta perubahan iklim rencana pembangunan, program, serta kebijakannya,” tambah Uli.

Baca Juga

Selain Uli, Aiesh Rumbekwan selaku Direktur Eksekutif Daerah Walhi Papua memprediksi bahwa banjir di Jayapura bisa saja lebih bersar jika pemicu utamanya tidak segera diatasi.

“Banjir ini belum seberapa. Menurutku, kalau perilaku hari ini masyarakat dan Pemda tidak serius, ini tidak seberapa. Akan ada yang lebih dahsyat dari ini,” ungkap Aiesh sebagaimana dikutip melalui CNN Indonesia pada Jumat, 7 Januari 2022.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.