Berita kepergian Syamsuddin Batola menjadi pukulan bagi seluruh komunitas sepak bola di Indonesia.
Sebagai mantan pemain dan pelatih PSM Makassar, Batola dikenal tidak hanya karena kemampuannya di lapangan, tetapi juga dedikasinya dalam mengembangkan bakat-bakat muda.
Bernardo Tavares menilai tragedi ini sebagai pengingat penting bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati selama perjalanan.
“Tolong berhati-hati, apakah Anda pemain, pelatih, keluarga pemain, atau bahkan suporter. Tragedi seperti ini seharusnya tidak terulang,” kata eks pelatih Helsinki IFK tersebut.
Kenangan Tak Terlupakan
- PT Semen Tonasa Raih Top CSR Award 2026, Kategori Corporate Star 5
- Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel Mengemuka, Ketua INTI Soroti Dugaan Rasisme Terselubung
- Ketua Purna Paskibra Makassar Tegaskan Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Etnis!
- GEMA INTI Soroti Dugaan Rasisme terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
Syamsuddin Batola meninggalkan warisan besar bagi sepak bola Indonesia. Selama kariernya, ia menjadi bagian dari generasi emas PSM Makassar dan terus melanjutkan dedikasinya dalam membina tim-tim muda.
Kini, kepergiannya meninggalkan kekosongan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar PSM Makassar tetapi juga bagi seluruh penggemar sepak bola di Tanah Air.
Semua elemen sepak bola Indonesia bersatu dalam doa, mengenang sosok yang telah banyak memberi warna di dunia olahraga.
“Ini adalah kehilangan besar,” ujarnya.
Ia berharap kenangan dan kontribusi almarhum selalu dikenang, menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk terus membawa semangat dan dedikasi yang sama ke lapangan hijau.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
