Terkini, Makassar – Polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional di Sulawesi Selatan menjadi perhatian publik setelah nama Cathlyn Yvaeni Lesmana, perwakilan Kota Makassar, dikabarkan dicoret dari daftar peserta yang lolos ke tingkat nasional.
Cathlyn sebelumnya disebut masuk dalam tiga besar hasil seleksi calon Paskibraka nasional asal Sulsel. Namun, posisinya dikabarkan digantikan oleh peserta lain yang menurut informasi beredar tidak masuk dalam 10 besar hasil seleksi awal.
Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun TikTok @orangdalam.update yang menuding proses seleksi berlangsung tidak transparan dan penuh kejanggalan.
“Seleksi Paskibraka Sulsel diduga penuh kecurangan, peserta unggulan dianulir sepihak,” tulis akun tersebut.
Unggahan itu juga menyoroti proses penentuan akhir yang disebut dilakukan secara tertutup, meski sebelumnya diinformasikan menggunakan sistem aplikasi yang seharusnya berjalan transparan.
- Ketua Purna Paskibra Makassar Tegaskan Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Etnis!
- GEMA INTI Soroti Dugaan Rasisme terhadap Calon Paskibraka Nasional Asal Makassar
- Kelolaan Emas BSI Regional Makassar Tembus 163 Kilogram, Berat Transformasi Digital Bulion Bank
- Beasiswa Kalla 2026 Resmi Dibuka, Dukung Generasi Muda Indonesia dan Berdaya
- Dian Ayu Pratiwi Satria, Hadir di Tengah Warga Kalimporo, Reses Jadi Jembatan Aspirasi Nyata
“Bayangkan penentuan akhir yang harusnya transparan menggunakan aplikasi malah dibikin tertutup dan semua pendamping resmi diusir paksa keluar ruangan,” tulis akun tersebut lagi.
Selain itu, muncul dugaan adanya aturan tambahan berupa tes bahasa daerah yang disebut tidak tercantum dalam panduan resmi seleksi nasional.
“Di dalam sana oknum panitia seenaknya bikin aturan gaib pakai test bahasa daerah yang tidak ada di panduan pusat,” lanjut unggahan tersebut.
Polemik semakin berkembang setelah muncul dugaan diskriminasi etnis. Cathlyn disebut sebagai satu-satunya peserta beretnis Tionghoa dalam proses seleksi tersebut.
“Publik makin manguk, karena Cathlyn ini satu-satunya peserta beretnis Tionghoa. Jadi wajar publik curiga ada rasisme terselubung di test bahasa daerah itu,” tulis akun tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
