Masuk

Jelang Pilkades Maros, 58 Calon Lakukan Deklarasi Damai

Komentar

Terkini.id, Makassar – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 58 calon kepala desa menggelar deklarasi damai jelang pemilihan serentak 17 November mendatang. Deklarasi di gelar di Lapangan Pallantikang, Rabu, 9 November 2022.

Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan, deklarasi ini merupakan salah satu momentum penting dalam rangkaian proses tahapan pemilihan kepala desa.

“Ada 58 calon kades yang mengikuti deklarasi, ini dilakukan agar terciptanya Pilkades damai dan bisa berlangsung aman, tertib dan nyaman,” ucapnya kepada wartawan usai deklarasi Pilkades damai.

Baca Juga: PAD Capai 112 Persen, Bupati Maros Beri Penghargaan Andi Rosman

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Maros itu juga mengingatkan kendati ini ajang tingkat desa namun gesekan antar masyarakat itu bisa lebih kencang ketimbang ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Karena memang gesekan saat Pilkades kerap terjadi karena antara calon dengan masyarakat sangat dekat,” ujarnya.

Maka dari itu pihaknya mengaku telah menyiapkan personel untuk mengamankan agenda pemilihan kepala desa serentak.

Baca Juga: Pemkab Maros Gelar Apel Siaga Bencana, Pastikan Alat Kebencanaan Berfungsi Baik

“Sebanyak 250 personel kepolisian,dari TNI 80 personel, dan juga ada 200-an dari Satpol PP siap mengamankan perjalanan Pilkades di 16 desa” jelasnya

Selain dari Polres, pihaknya juga turut mendatangkan 100 personel tambahan dari BKO Polda Sulsel.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Maros, Muhammad Idrus, mengatakan  jika nanti ada yang ingin mengajukan keberatan dalam proses pemilihan suara maka diberikan waktu 1 X 24 jam untuk melapor.

“Ketika mereka tidak puas dengan hasil yang Pilkades bisa mengajukan keberatan dalam 1X24 jam, bisa langsung melapor ke panitia,” jelasnya.

Baca Juga: Pangdam XIV Hasanuddin Gelar Panen Raya di Kabupaten Maros

Dia menjelaskan, panitia wajib merespon laporan tersebut dalam waktu 3X24 jam.

“Kemudian Bupati akan memerintahkan panitai untuk mengumpulkan bukti dalam waktu 3×24 jam,” ujarnya.

Setelah itu keputusan akan bersifat Final. Namun jika tidak puas dengan keputusan tersebut bisa mengajukan ke PTUN.

Enam belas desa yang akan menggelar kontestasi adalah Timpuseng, Cenrana, Bontotallasa, Tanete, Sudirman, Toddopulia, Purnakarya, Benteng Gajah, Toddolimae, Bontomatinggi, Bontomanurung, Tupabiring, Marannu, hingga Tellumpanuae.