Jelang Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Disdik Kupang Siapkan Kajian

Sekolah Pandemi
Ilustrasi/Cnnindonesia.com

Terkini.id, Kupang – Berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri, maka pada Januari 2021 daerah-daerah di Indonesia dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Kota Kupang tengah mempersiapkan infrastruktur yang memadai, di antaranya pengimplementasian protokol kesehatan (prokes) 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak aman di sekolah-sekolah.

Dinas Pendidikan sendiri telah berkoordinasi secara komperehensif dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang agar KBM tatap muka dapat berjalan secara aman.

“Kepala daerah diberikan kewenangan untuk menentukan sejauh mana kesiapan daerah memulai sekolah tatap muka. Pasalnya, kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Kupang termasuk luar biasa. Untuk itu pula, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore akan menangani secara baik. Apalagi, ada sekolah yang jumlah muridnya cukup banyak,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Ernest Ludji di Kupang, Selasa 1 Desember 2020.

Kajian KBM tatap muka itu, imbuh Ernest, akan dilakukan secara cermat dengan semua pihak terkait, seperti ketersediaan guru, ruangan, dan fasilitas di sekolah. Sehingga, Pemerintah Daerah (Pemda) juga diberikan keleluasan untuk mengungkapkan kesiapan mereka atau belum dimulainya KBM tatap muka.

Menarik untuk Anda:

“Karena tidak semua fasilitas tersedia di Kota Kupang. Oleh karena itu, dibutuhkan kehati-hatian. Ini akan dikaji secara baik, mungkin ada sekolah yang buka tetapi prokes harus diterapkan secara maksimal,” pesannya.

Ernest menegaskan, kajian tersebut akan dipersiapkan pihaknya secara matang, supaya uji coba pada Januari 2021 bisa berjalan dengan baik.

“Apalagi, Januari 2021 masuk musim hujan sehingga virus (corona) ini juga akan berjalan bersamaan. Bisa dibayangkan, sudah hampir 100 persen kelurahan di Kota Kupang terpapar virus corona, maka perlu kehati-hatian,” bebernya.

Ernest menerangkan, sebelumnya Wali Kota Kupang memimpin langsung inspeksi perdana guna memantau kondisi kepatuhan masyarakat terhadap prokes.

“Setelah lepas sidang dewan, Wali Kota Kupang melakukan inspeksi di lapangan. Ternyata, ditemui cukup banyak orang yang tidak mengikuti prokes. Saat itu, Wali Kota Kupang masih memberi imbauan, tetapi untuk selanjutnya tidak akan ada imbauan lagi. Sebab akan langsung dilakukan operasi yustisi dengan berkoordinasi Pemerintah Provinsi (Pemprov),” ungkapnya.

Seperti diketahui, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memaparkan tiga poin penting dalam SKB empat menteri tentang sekolah tatap muka 2021.

Poin pertama, menurut Nadiem, keputusan untuk membuka sekolah harus mendapat persetujuan bukan hanya dari Pemda, tetapi juga dari pihak sekolah dan komite sekolah yang merupakan perwakilan para orang tua murid.

“Kunci terdapat pada orang tua, jika komite sekolah tidak memperbolehkan dibukanya sekolah maka sekolah tersebut tidak diperkenankan dibuka. Kedua, orang tua tidak perlu khawatir juga karena kalau anaknya mulai sekolah tatap muka, sekolah itu tidak bisa memaksa anak itu untuk pergi ke sekolah,” terangnya belum lama ini di Jakarta.

Menurut Nadiem, orang tua bisa mengungkapkan belum merasa nyaman anak mereka masuk ke sekolah dengan melanjutkan pembelajaran jarak jauh.

“Ketiga, sekolah yang dibuka akan membuat kebijakan yang berbeda dengan saat sebelum pandemi Covid-19. Jumlah siswa yang hadir dalam satu sesi kelas hanya boleh 50 persen,” paparnya.

Sekolah, sebut Nadiem, juga diminta untuk memberlakukan rotasi atau shift untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah. Ia juga menegaskan, siswa wajib menggunakan masker saat belajar tatap muka di sekolah selama pandemi Covid-19.

“Selain itu, kegiatan ekstrakulikuler juga ditiakan selama pandemi dan layanan kantin sekolah juga ditutup. Murid diminta untuk segera pulang ke rumah setelah proses belajar selesai,” imbuhnya.

Diketahui, SKB empat menteri tersebut di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Adapun prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 merujuk terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat, merupakan prioritas utama dalam penetapan kebijakan pembelajaran.

Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19. Sehingga, sekolah-sekolah dapat melaksanakan KBM tatap muka di 2021 harus memenuhi poin-poin urgensial, seperti ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, serta disinfektan.

Selain itu, pihak terkait mampu mengakses fasilitan layanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki thermogun, memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki comorbid tidak terkontrol, atau tidak memiliki akses transportasi yang aman, atau memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi, atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri. Terakhir, mendapat persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua atau wali.

Berita ini telah tayang sebelumnya di : https://kupang.terkini.id/2020/12/01/terkait-kbm-tatap-muka-ini-poin-penting-yang-perlu-dipatuhi-dalam-masa-pandemi/

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Sebut Kiamat Sudah Dekat, Ketua MUI: Banyak Anak Menggugat Bahkan Memperbudak Orangtua

Pimpin MES, Erick Thohir Punya Perjuangan Panjang yang Berpihak pada Umat

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar