Terkini.id, Parepare – Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe meluangkan waktu berdialog secara interaktif bersama kepala sekolah (kepsek) di semua jenjang pendidikan, baik SD, SMP, maupun SMA.
Pada kesempatan itu, Taufan Pawe menekankan agar persiapan penyelenggaraan pembelajaran sekolah tatap muka yang diagendakan pada Januari 2021 harus dilakukan secara matang mengingat kondisi penyebaran Covid-19 kian memprihatinkan.
Taufan Pawe berharap, Parepare dapat menjadi ‘role model’ dalam penyelenggaraan sekolah tatap muka bagi daerah-daerah lainnya.
“Kita satukan pandangan atau persepsi kita dalam melahirkan kebijakan menyekolahkan kembali siswa-siswa yang tidak melahirkan dampak buruk. Saya ingin kerja terintegrasi. Harapan saya, Parepare dapat menjadi role model, percontohan bagi daerah lain,” kata Taufan, Minggu 13 Desember 2020.
Dalam dialog interaktif yang dipandu Asisten I, Amina Amin, Wali Kota Parepare berpesan, agar kepala sekolah dapat menyampaikan inovasi terkait model yang tepat dalam penerapan sekolah tatap muka nantinya.
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
- Pemkot Makassar dan BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan JHT bagi 45 Ribu Pekerja Rentan, Pertama di Indonesia
- Temuan Awal Dana Pungli Rp1,86 Miliar di Kasus Korupsi Dinas Perumahan Gowa, Polisi Telusuri "Aktor" Lainnya
“Saya berharap ada buah pemikiran dari para kepala sekolah terkait kesiapan dalam pelaksanaan sekolah tatap muka yang dapat menjadi evaluasi kita bersikap. Seperti apa model penanganan yang akan kita lakukan, bagaimana interaksi guru ke siswa, dan interaksi siswa ke siswa. Ini semua yang harus kita pikirkan, termasuk sarana dan prasarana, batasan-batasan waktu dan jumlah siswa,” pesan Wali Kota 176 penghargaan ini.
Meski diwacanakan akan ada pembatasan waktu belajar dan jumlah siswa, namun Taufan Pawe menekankan agar kualitas output pembelajaran tetap menjadi prioritas.
“Ada batasan waktu bukan berarti kualitas dikesampingkan. Justru saya ingin segi kualitas. Saya ingin kerja terintegrasi. Satpol, Dinkes, Call Centre, PPPA, RSUD dan instansi terkait saling terintegrasi,” ulang Taufan menekankan.
Dalam rapat tersebut, pada intinya sekolah menyatakan kesiapan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mengacu pada protokol kesehatan.
Penyediaan sarana dan prasarana yang menunjang protokol kesehatan juga telah disiapkan sejak dini, seperti tempat cuci tangan, alat pendeteksi suhu tubuh, masker, jarak tempat duduk hingga kebijakan peniadaan jam istirahat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
