Jerinx SID Ditahan, Puluhan Ribu Orang Teken Petisi Pembebasannya

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan
Jerinx SID berstatus tersangka atas kasus dugaan tindak pidana pencemaran nama baik yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). (Nurwahyunan/Fimela.com)

Terkini.id, Makassar – Berstatus sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Bali sejak Rabu 12 Agustus 2020, Jerinx diduga telah melakukan pencemaran nama baik.

Jerins SID yang merupakan drummer Superman Is Dead diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik yang melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Setelah berstatus sebagai tersangka, beragam reaksi kemudian muncul dari masyarakat yang pro maupun kontra terhadap penahanan Jerins SID.

Baru-baru ini muncul sebuah petisi yang menuntut agar I Gede Astina alias Jerinx SID dibebaskan.

Petisi tersebut telah ditandatangani oleh puluhan ribu orang secara online.

Menarik untuk Anda:

Melalui platform change.org, hingga Jum’at 14 Agustus 2020 pukul 14.43 WITA, jumlah orang yang menandatangani petisi berjudul “Bebaskan Jerinx dan Tahan Kacung Penilep Uang Rakyat!” itu telah mencapai 95.942 orang.

Ditelusurioleh Makassarterkini.id jumlah orang yang menandatangani petisi tersebut akan terus mengalami penambahan angka.

Petisi itu dibuat oleh akun bernama DPP Persadha Nusantara.

Dalam deskripsi petisi itu disebutkan bahwa “Cuitan kacung di tengah kasus pandemi Covid-19 untuk membela masyarakat kecil, memperjuangkan agar tidak ada lagi ibu-ibu hamil atau bayi yang meninggal karena syarat rapid tes sebelum melahirkan,”

“Kini Jerinx yang membela mereka justru berada di balik jeruji besi,” tulis deskripsi petisi itu.

Dalam deskripsi petisi itu juga membandingkan antara kasus Jerins SID yang cepat diproses sedangkan kasus Munarman, mantan Jubir FPI yang menghina pecalang di Bali, sudah berstatus tersangka namun kasusnya tak berujung hingga saat ini.

“Jika kasus Jerinx dengan cepat diproses kepolisian, bagaimana dengan kasus Munarman yang menghina pecalang di Bali, yang sudah berstatus tersangka namun kasusnya tak berujung hingga saat ini?,” tulis petisi itu.

Lanjut petisi itu meminta adanya keadilan hukum agar seluruh kacung-kacung penilep uang rakyat dapat diproses dengan cepat dan di penjara.

“Jika hanya karena cuitan kata kacung, Jerinx ditahan, maka masyarakat juga meminta keadilan hukum, agar seluruh kacung-kacung penilep uang rakyat dipenjara. Tidak ada lagi diskriminasi hukum, dimana pembela rakyat ditahan namun kacung sesungguhnya masih berkeliaran di tanah air” lanjutnya.

Diakhir isi petisi itu meminta agar Jerinx SID segera dibebaskan.

“Bebaskan Jerinx, tangkap para kacung penilep uang rakyat!” Tulis petisi itu.

Seperti diketahui, Jerinx SID dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke Polda Bali karena unggahannya di Instagram yang menyebut IDI sebagai kacung World Health Organization (WHO).

Penetapan tersangka Jerins SID setelah dilakukan gelar perkara oleh penyidik, kemudian menemukan terpenuhinya unsur pidana. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, langsung dilakukan penahanan terhadap Jerinx pada Rabu 12 Agustus 2020.

Dalam kasus ini, Polisi menjerat Jerinx dengan pasal 28 ayat (2) Jo pasal 45A ayat (2) UU ITE.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

World Clean-up Day 2020 Enrekang Berlangsung Sukses

Hasil MotoGP Emilia Romagna 2020, Valentino Rossi Terjatuh

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar