Terkini.id,Jerman – Kementrian Keuangan Jerman, Olaf Scholz dikabarkan merilis catatan rekor baru dalam menutup tahun 2019 dengan kelebihan (surplus) anggaran sebesar 13,5 miliar euro. Senin (13/01/2020).
Melansir DW.com, hal ini dinilai cukup mengagetkan sebab tahun lalu Olaf Scholz meminta semua instansi pemerintahan untuk melakukan penghematan anggaran serta menyatakan bahwa “tahun-tahun gemuk bagi jerman sudah berakhir.”
Hingga saat ini pemerintah Jerman tengah membahas soal akan dialokasikan kemana kelebihan angggaran yang besar itu.
Selain surplus tersebut, Jerman juga memiliki dana cadangan sebesar 5,5 miliar eoro yang sebelumnya disiapkan untuk mewanti-wanti kedatangan pengungsi namun belakangan ternyata dana tersebut tidak dibutuhkan. Dengann itu, maka di akhir tahun 2019 Jerman memiliki total sisa dana sebesar 19 miliar euro.
Jerman sendiri sudah tiga kali menutup tahun dengan kelebihan anggaran dalam lima tahun terakhir. Sebelumnya, pada tahun 2015 Jerman juga mencatat rekor surplus anggaran sebesar 12,5 miliar euro.
- Hardiknas 2026, Pemkot Perkuat Komitmen Pendidikan dan Tekan Angka Anak Tidak Sekolah di Makassar
- TMMD ke-128, RTLH di Arungkeke Capai 55 Persen, Rumah Tak Layak Berubah Jadi Hunian Layak
- Dirut Pelindo Dorong Layanan Pelabuhan Lebih Aman dan Efisien di Makassar
- Jejak Perjalanan ESG PT Vale 2026: Menavigasi Tantangan, Memberi Dampak Besar
- Hari Jadi ke-163 Jeneponto, Gubernur Bawa Dukungan Rp10 Miliar, Komitmen Kemajuan Daerah
Scholz menjelaskan bahwa surplus tersebut bersumber dari pendapatan pajak yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya serta suku bunga yang rendah sehingga angsuran kredit negara menjadi tidak terlalu besar.
Scholz menyampaikan bahwa Jerman mengalami perkembangan ekonomi yang baik dan perkembangan tersebut berhasil menciptakan sumber pendapatan pajak tambahan.
Sebetulnya pemerintah Jerman melalui Kementrian Keuangan sudah memiliki rencana untuk menyalurkan dana kelebihan tersebut kepada Kementrian Pertahanan sebesar 500 juta euro, dan sisanya untuk dialokasikan ke investasi signifikan.
“Kami harus melakukan sesuatu untuk infrastruktur, untuk sekolah, unntuk rumah sakit. Kami juga harus memastikan bahwa kami siap bertindak melawan perubahan iklim, itu semua akan lebih mudah sekarangh,” kata Scholz dikutip dari DW.com.
Namun rencana tersebut mendapatkan penolakan dari dalam koalisi pemerintahan sendiri. Sebagian politisi menuntut agar danan tersebut dialokasikan segera untuk membangun infrastruktur besar-besaran.
Sementara Ketua partai oposisi FDP, Christian Linder menuntut penurunan pajak, sebab menurutnya surplus tersebut bersumber dari uang rakyat.
“Surplus anggaran adalah milik para pembayar pajak, dan kita perlu keringanan pajak,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
