Jerry Massie Desak Jokowi Copot Menteri Investasi Bahlil, Usai Buat Gaduh Soal Klaim Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Terkini.id, Jakarta – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencopot Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal BKPM Bahlil Lahadalia.

Desakan tersebut muncul setelah Bahlil mengklaim mayoritas pengusaha setuju dengan usulan masa jabatan presiden Jokowi diperpanjang.

“Saya kira Jokowi perlu mencopot Menteri Bahlil yang membuat gaduh dengan menyebut perpanjangan masa jabatan presiden,” ucap Jerry Massie Jumat 14 Januari 2022.

Baca Juga: Wacana Duet Anies-Ganjar Agar Pendukungnya Damai, Refly Harun: Apakah Surya...

Dari apa yang dipahaminya, Jerry menyebut Bahlil menyampaikan hal yang bertolak belakang dengan penegasan Jokowi beberapa waktu lalu. Saat itu Jokowi menolak untuk perpanjangan masa jabatan di periodenya dan juga wacana presiden tiga periode.

“Tapi Bahlil yang mengaku mantan aktivis, gagal memahami Jokowi, tidak paham jabatan Jokowi harus berakhir,” ujarnya dilansir dari rmol.id.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Polri Harus Terus Berinovasi dan Meningkatkan Penguasaan Teknologi

Berdasarkan klaim tersebut, Bahlil pun dituding hanya untuk mencari muka di hadapan presiden. Namun justru menimbulkan kegaduhan dalam masyakat sehingga kembali berdebat terhadap persoalan yang sudah diatur dengan jelas di dalam konstitusi.

“Mending dia diam dan tak usah menyinggung,” tutup Jerry Massie.

Diberitakan sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengklaim kebanyakan pengusaha setuju dengan hasil survei yang menyebut masyarakat menginginkan peralihan kepemimpinan ditunda.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Polri Harus Terus Berinovasi dan Meningkatkan Penguasaan Teknologi

“Saya sedikit mengomentari begini, kalau kita mengecek di dunia usaha, rata-rata mereka memang berpikir adalah bagaimana proses demokrasi ini dalam konteks peralihan kepemimpinan, kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan itu jauh lebih baik,” ucap Bahlil kala itu.

Dia menambahkan alasannya kenapa berkata demikian karena saat ini kita baru saja berusaha untuk bangkit setelah adanya pandemi. Belum juga sepenuhnya bangkit, kemudian harus lagi bergelut dengan persoalan rumit perpolitikan.

“Kenapa, karena mereka ini baru selesai babak belur dengan persoalan kesehatan. Ini dunia usaha baru mau naik, baru mau naik tiba-tiba mau ditimpa lagi dengan persoalan politik,” ungkap Bahlil.

Bagikan