Masuk

Jhon Sitorus Sebut Ahok Adalah Korban Politik Identitas

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Jhon Sitorus memberikan komentarnya terkait ucapan Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem) Effendy Choirie yang menyebutkan bahwa yang melakukan politik identitas adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan Anies Baswedan.

Melalui media sosial pribadinya, Jhon Sitorus berpendapat apa yang dikatakan oleh Effendy Choirie malah membuktikan bahwa Partai NasDem adalah partai yang munafik.

Kemudian, Jhon Sitorus mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2017 Partai NasDem selalu berada di garis terdepan membela Ahok.

Baca Juga: Anies Baswedan ke Masjid Baiturrahman, ACPD: Praktik Politik Identitas di Tempat Ibadah

“2017, NASDEM adl partai yang PALING VOKAL membela AHOK dan  melawan Politik Identitas,” ujar Jhon Sitorus, Minggu 20 November 2022.

“Partai @NasDem semakin mengakui dirinya sebagai partai MUNAFIK,” lanjutnya.

Bahkan menurut Jhon Sitorus, Ahok sudah menjadi korban politik identitas sejak berjuang di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta (Pilgub DKI Jakarta) bersama Jokowi.

Baca Juga: Dua Petinggi NasDem Dikabarkan Keluar, Jhon Sitorus: Capres Tidak Sesuai Hati Nurani

“Ahok adl KORBAN dari Politik Identitas. Bahkan sejak 2012 saat jadi calon wakil Jokowi di Pilgub DKI Jakarta,” katanya.

Tangkapan Layar Cuitan Jhon Sitorus Mengenai Politik Identitas (Twitter @Miduk17)

Sebagai informasi, pada Kamis 17 November 2022, politikus Partai NasDem Effendy Choirie membahas soal politik identitas dalam sebuah acara televisi swasta.

Dalam acara tersebut, Effendy Choirie berujar munculnya politik identitas berawal dari Ahok yang merupakan non muslim tapi melansir kitab suci umat Islam, Al Quran.

“Lahirnya Pemilu Jakarta yang seperti itu sebetulnya faktor utamanya bukan Anies, tapi Ahok. Orang Kristen, Cina mengutip ayat Alquran. Berangkatnya dari situ yang menafsirkan ayat semaunya, di sini sebetulnya titik tolaknya,” tutur Effendy Choirie.

Baca Juga: Bukti Anies Baswedan Bapak Politik Identitas, Niluh Djelantik: Pilkada DKI 2017

Dampak dari ulah Ahok itu membuatnya mendapatkan reaksi negatif dari masyarakat pemeluk agama Islam.

“Kemudian ada reaksi dari aksi Ahok. Kemudian ada reaksi yang berbau agama itu kemudian dijadikan satu framing seolah ini politik identitas dan dialamatkan kepada Anies. Ini yang harus kita bantah, itu ahistoris. Itu tidak faktual, itu karangan, itu framing,” ucapnya.

“Jadi faktor utamanya yang menampilkan politik identitas adalah Ahok yang waktu itu kita (Nasdem) dukung karena kinerjanya dan segala macam,” tambahnya.

Effendy Choirie menilai Ahok yang dituntut karena melansir Al Quran adalah hal yang wajar karena Indonesia adalah negara yang kebanyakan penduduknya memeluk agama Islam 

“Reaksi itu dari mayoritas rakyat di mana Indonesia itu mayoritas muslim, lah kemudian ada berbau-bau agama seperti itu, itu logis. Secara filosofis masuk akal, secara sosiologis Tidak bisa dihindarkan, secara yuridis boleh,” imbuhnya.

Sumber: viva.co.id