Terkini.id, Jakarta – Seperti yang kita tahu, sebelumnya muncul pengakuan mengejutkan dari Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo, yang mengaku bahwa ia sempat diajak untuk melakukan kudeta terhadap Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY.
Mendengar hal itu, Sekjen Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), yakni Jhoni Allen Marbun, geram luar biasa.
Ia lantas meminta Gatot untuk mengungkapkan siapa pihak yang mengajaknya tersebut dan meminta agar sekiranya eks Panglima TNI Jenderal (Purn) itu tidak asal bunyi alias asbun semata.
“Mohon adik saya untuk mengatakan siapa salah satu di antara kami yang melakukan KLB ini, yang dibilang mengajak. Tolong itu, jangan asal asbun. Sebagai seorang panglima jenderal bintang empat tidak mudah, tapi jangan asbun,” ujar Jhoni saat jumpa pers di kediaman Moeldoko, Jakarta pada hari Kamis ini, 11 Maret 2021, dikutip terkini.id dari liputan6.
Menurut Jhoni, pihaknya tidak mungkin mengajak Gatot untuk mengudeta pimpinan Demokrat AHY.
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
- Pimpin Rapat Pleno, AHY Sampaikan Agenda Penting Mengenai Pilpres dan Pileg 2024
Alasannya, lantaran ia menganggap bahwa Gatot tidak memiliki integritas karena sudah melakukan kampanye terselubung ke kampus-kampus saat memimpin TNI.
“Soal integritas enggak mungkin kami mengajak dia, ingat siapa yang mengangkat dia jadi panglima? Jokowi,” beber Jhoni.
“Dia masih menjadi panglima menjaga kedaulatan negara, dia sudah terselubung kampanye-kampanye ka kampus-kampus dan saya ikutin itu,” lanjutnya.
Dikarenakan dinilai tak punya integritas, maka menurut Jhoni, Gatot dipensiunkan cepat dari TNI, padahal biasanya Panglima TNI pensiun sampai masa umurnya.
“Artinya apa integritasnya sebagai panglima, padahal dia enggak boleh dong. Yang saya tahu boleh dicatat setelah reformasi, biasanya panglima itu pensiun sampai masa umurnya. Tetapi baru satu ini yang pensiun sebelum umurnya mencapai. Karena apa? Integritasnya dia,” tuding Jhoni.
Dirinya lantas membandingkan antara Gatot dan Moeldoko yang juga pernah menjadi seorang Panglima TNI di masa Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.
Menurut Jhoni Allen, Moeldoko tetaplah loyal dengan SBY saat menjadi Panglima di masa itu.
“Jadi, Moeldoko integritasnya dia tetap hormat, tapi setelah itu nasibnya jangan dibilang SBY yang mengangkat Moeldoko. Iya betul, tapi panglima harus diangkat. Panglima harus loyal kepada negara dan tugas-tugasnya,” terangnya panjang lebar.
“Bedakan loyalitas kepada negara dan tugas,” tegas Jhoni Allen mengakhiri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
