Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat Jusuf Kalla (JK) menegaskan bahwa rumah ibadah merupakan tempat yang lebih aman dari penularan Covid-19 ketimbang mal dan pasar.
Dalilnya, rumah ibadah pasti memenuhi protokol kesehatan.
Yaitu, jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan. Ketiga aspek ini dapat dipastikan terpenuhi di rumah ibadah seperti masjid tapi tidak di mal dan pasar.
“Di pasar, mal, Anda tidak bisa jaga jarak dengan betul, tidak bisa cuci tangan tiap saat,” ujar JK di Mesjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Rabu 3 Juni 2020.
Maka dari itu, JK menekankan masjid dan gereja akan dibuka untuk umum apabila pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, yang berakhir Kamis 4 Juni, tidak diperpanjang.
- Disiplin yang Tertanam dari Lapangan, 70 Paskibraka Makassar Diganjar Uang Tunai dan Studi Wisata ke Bali
- Puncak Bila Sidrap Siap Sambut 400 Mobil Touring Kemerdekaan dan Anniversary KIDC Indonesia ke-12
- RSUP Wahidin Kirim Tim Tanggap Darurat Medis ke NTT, Bawa Dokter Spesialis dan Perawat Gawat Darurat
- BrightGas Ramaikan CFD Makassar, Hadirkan Promo Refill, Trade-In hingga Lomba Rakyat
- Meriah, TK Hj Sitti Aminah Binamu Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Lomba Siswa dan Orang Tua
“Insya Allah lusa, ini setelah saya Ketua DMI konsultasi dengan Presiden dan Gubernur DKI bahwa apabila DKI tidak perpanjang PSBB maka berarti ada perbaikan signifikan di DKI dan daerah lain,” kata JK.
Meskipun tempat ibadah dibuka untuk umum, JK menekankan seluruh masjid yang diperkenankan menggelar sholat Jumat, harus melaksanakan protokol kesehatan ekstra ketat.
Di antaranya, jamaah wajib memakai masker, shaf sholat berjarak dan menyediakan fasilitas cuci tangan.
Apabila ada jamaah yang tidak menggunakan masker, kata JK, pengurus masjid dapat melarang orang tersebut untuk mengikuti sholat berjamaah, hingga akhirnya mau menggunakan masker.
“Kalau ada jamaah tak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk, kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan atau sabun di tempat wudu,” ujar JK.
Terkait persiapan sholat Jumat di Mesjid Al-Azhar, JK melakukan peninjauan penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh PMI dan TNI.
Proses sterilisasi ini dilakukan sebagai persiapan menggelar sholat jumat bagi masyarakat umum.
“Mulai Jumat ini masjid dibuka, karena itu dengan syarat masjid bersihkan, disifenktan seperti ini. Kalau tak bisa dengan semprotan, maka dibersihkan dengan apa yang telah dibagikan, dengan pembersih lantai,” kata JK.
Selain itu, kata mantan Wakil Presiden itu, jamaah harus membawa sajadah sendiri untuk alas sholat.
Di pintu-pintu masjid mereka juda diperiksa suhu badannya. Hal itu untuk meminimalisir penyebaran virus corona.
JK juga meminta agar seluruh pengurus Mesjid berkordinasi dengan pihak pemerintah setempat, seperti Kelurahan atau Kecamatan apabila menggelar Sholat Jumat.
Selain itu, JK juga menegaskan bahwa masjid juga harus menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan standar protokol kesehatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
