Terkini.id, Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa sebagian besar suara masjid di Indonesia jelek.
Jusuf Kalla merasa bahwa sebagian besar suara mesjid di Indonesia bisa didengar namun sulit untuk dipahami karena kualitas speakernya.
Awalnya, sebelum mengatakan demikian, Jusuf Kalla membahas soal peran masjid pada masa Nabi Muhammad.
Pada masa itu, kata Jusuf Kalla alias JK, masjid juga berfungsi untuk pemerintahan, pengadilan strategi, pendidikan, kedokteran, dll.
Ia lalu mengatakan, selama ini lembaga yang menjadi sandarannya, yakni DMI, telah melaksanakan program perbaikan pengeras suara masjid.
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- Beredar Seruan Aksi Dukungan untuk JK,KALLA Minta Semua Pihak Menahan Diri
- Pidato Jusuf Kalla Dipolemikkan, LBH Hidayatullah: Tidak Ada Penistaan Agama!
- Beredar Video JK Disebut Terbang ke Teheran, Jubir Sebut Cuma ke Negara-negara ASEAN
- Tanah Dibeli 30 Tahun Lalu, JK Heran Tiba-Tiba Ada yang Datang Mau Merampok Lahannya di Depan TSM Makassar
Pasalnya, pihaknya menemukan ada sekitar 75 persen masjid di Indonesia mengeluarkan suara yang tidak sedap.
Sehingga apabila suara yang diperdengarkan oleh masjid tersebut buruk, maka tidak akan terdengar dengan baik oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.
“75 persen Masjid di Indonesia jelek suaranya, didengar tidak mengerti, sedangkan waktu kita di masjid itu 80 persen mendengar, 20 persen ibadah atau salat,” ucapnya dikutip dari Kabarbesuki.
Lebih lanjut, JK mengatakan, apabila dibandingkan dengan sekarang, tentunya keberadaan masjid sangat berbeda.
Sebab, katanya, banyak masjid yang ditemukan di sejumlah fasilitas. Mulai dari kampus, rumah sakit, hingga sekolah.
“Ada hal yang paling bersamaan ialah kalau orang bicara ada khotibnya bisa mendengar, sistem yang semuanya keliru, didengar membisingkan telinga, dua-duanya,” jelas Jusuf Kalla.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
