Terkini.id, Jakarta – Arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas tentang dampak virus Corona Covid-10 terhadap ekonomi Indonesia berisi beberapa hal penting.
Salah satunya adalah arahan agar Indonesia bisa mengambil “untung” di balik penyebaran virus corona yang mengancam beberapa negara di dunia.
Salah satu arahan Jokowi adalah Indonesia agar memaksimalkan kegiatan yang memacu kunjungan wisatawan.
Jokowi mengarahkan agar Indonesia menggencarkan promosi untuk menarik para wisatawan yang batal berkunjung ke China, Korea hingga Jepang gara-gara virus corona.
Namun, arahan-arahan presiden tersebut yang dipublikasikan oleh akun Sekretariat Kabinet RI di twitter atau @setkabgoid mendapat tanggapan negatif dari para warganet.
- Proyek Strategis Nasional Bendungan Lausimeme yang Diresmikan Jokowi Digarap Perusahaan Konstruksi KALLA
- PLN Pastikan Pasokan Listrik Tanpa Kedip saat Jokowi Resmikan RS Vertikal Makassar
- Andil Andi Sudirman Sulaiman di Balik Rumah Sakit OJK yang Akan Diresmikan Jokowi di Makassar
- Dua Putra Asal Kabupaten Pangkep Dilantik Jokowi Jadi Perwira TNI AD
- Presiden Jokowi Pantau Pemberian Bantuan 300 Unit Pompa untuk Petani di Bone
Banyak netizen yang justru mengkritik. Alasannya, karena langkah itu dinilai cenderung ambil kesempatan di tengah bencana melanda.
Di saat negara lain tengah menutup pintu masuknya untuk mengantisipasi virus corona, Indonesia malah membuka seluas-luasnya untuk menarik wisatawan berkunjung.
“Mohon maaf, Bapak. Di saat negara lain mengurangi jumlah wisatawan, kita malah mempromosikannya, gitu? Bukannya malah berbahaya buat negara kita, ya? Pencegahannya dgn periksa suhu wisatawan? Sudah terbukti kan kalo penderita awalnya tanpa gejala dan bisa nyebarin virus?” tulis akun @ferdiriva.
“Tanpa mengurangi rasa hormat, badai Corona belum berlalu, apakah sudah waktunya untuk menguatkan ekonomi sekarang? Mungkin saya kurang paham tapi apa tidak lebih baik kita mengatasi badai ini dulu? Memastikan kesehatan rakyat & membantu mencegah virus masuk? tulis akun @sheggario
“Jujur setelah baca ini, kelihatan prioritas pemerintah ke arah mana. Yang jelas keamanan kesehatan rakyat bukan jadi prioritas utama. Semoga tidak terjadi apa apa,” tulis @delta_raka.
Arahan Presiden
#KawanKabinet, selamat berakhir pekan. Sambil menikmati pagimu, mari simak apa saja arahan Presiden @jokowi saat memimpin Ratas Terbatas terkait Dampak Virus Covid-19 terhadap Perekonomian Indonesia.#SetkabAkhirPekan pic.twitter.com/7pcKsgiYBj
— Sekretariat Kabinet (@setkabgoid) February 29, 2020
Untuk diketahui, Presiden RI sebelumnya melakukan Rapat Terbatas (Ratas) untuk membahas dampak virus Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia di Kantor Presiden di Jakarta, Selasa 25 Februari 2020.
Ada empat poin yang menjadi arahan Presiden dalam ratas tersebut, antara lain:
1. Siapkan seluruh instrukmen, baik moneter maupun fiskal untuk digunakan dalam rangka memeprkuat daya tahan dan daya saing negara kita.
2. Maksimalkan kegiatan konferensi dalam negeri, MICE (Meeting, Intencive, Convention and Exhibition) serta tingkatkan promosi untuk menyasar ceruk pasar wisman yang mencari alternatif destinasi wisata karena batal mengunjungi RRT, Korea dan Jepang.
3. Percepat belanja kementerian dan lembaga, serta realisasikan belanja APBD di daerah masing-masing.
4. Prioritaskan langkah-langkah untuk menurunkan defisit neraca transaksi berjalan dan neraca perdagangan secara efeksit, serta lakukan kontrol di lapangan sehingga bisa menekan impor.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
